Senin, 28 April 2014
Ingin Punya Anak yang Cerdas? Ini Tips dari Psikolog
Jakarta, Untuk mendukung proses perkembangan kecerdasan anak, para orang tua harus memberikan stimulus yang cukup kepada buah hati. Stimulasi merupakan usaha orang tua atau keluarga untuk memberikan rangsangan sejak dini kepada anak, dengan cara yang menyenangkan dan penuh dengan kasih sayang.
Jorge Jesus: Tekanan Sepenuhnya Ada Di Juventus
Menjelang leg kedua semi-final Liga Europa antara Juventus dan Benfica pada tengah pekan mendatang, perang urat syaraf lebih dini sudah dilancarkan oleh Jorge Jesus, sang juru taktik Aguias.
tahun 2015, UN Secara Online?
TNI AU tunggu pesawat tempur generasi 4,5

Nikah Setelah Hamil, Bagaimana Hukumnya?
REPUBLIKA.CO.ID, Assalamu'alaikum wr wb.
Bagaimana hukumnya pernikahan yang dilakukan setelah pengantinnya hamil? Apakah anak yang dilahirkan berhak menggunakan nama suami ibunya?
Bagaimana hukumnya pernikahan yang dilakukan setelah pengantinnya hamil? Apakah anak yang dilahirkan berhak menggunakan nama suami ibunya?
Jumat, 25 Oktober 2013
Persatuan Tukang Gali Cipajang Dirikan Masjid Rp 1 Miliar
Persatuan Tukang Gali Dirikan Masjid Rp 1 Miliar
JANGAN menganggap enteng buruh kasar. Ketika mereka kompak dan mempunyai keinginan besar membangun desa, ternyata tidak kalah dengan kelompok elite yang bergelimang harta.Adalah warga Desa Cipajang, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes yang mayoritas pekerja kasar di Jakarta. Mereka telah membuktikan kemampuan membangun berbagai fasilitas penting yang dibutuhkan masyarakat.
Rabu, 02 Oktober 2013
Cipajang
Cipajang adalah desa di kecamatan Banjarharjo, Brebes, Jawa Tengah, Indonesia.
Situasi Desa Cipajang sangat menarik. Penduduk keseluruhan 5.478 jiwa, yang terdiri atas 2.472 pria dan 2.736 wanita. Kira-kira 80% tenaga kerja desa itu merantau ke Jakarta. Yang tercatat anggota Pertugal 2.000 orang. Lapangan kerja mereka umumnya menyangkut pekerja kasar sebagaimana telah dikemukakan. Yang mengagumkan adalah kebersamaan mereka yang kukuh. Ke-2.000 orang itu terbagi menjadi 50 grup. Jadi setiap grup beranggota 40 orang. Mereka terikat
Situasi Desa Cipajang sangat menarik. Penduduk keseluruhan 5.478 jiwa, yang terdiri atas 2.472 pria dan 2.736 wanita. Kira-kira 80% tenaga kerja desa itu merantau ke Jakarta. Yang tercatat anggota Pertugal 2.000 orang. Lapangan kerja mereka umumnya menyangkut pekerja kasar sebagaimana telah dikemukakan. Yang mengagumkan adalah kebersamaan mereka yang kukuh. Ke-2.000 orang itu terbagi menjadi 50 grup. Jadi setiap grup beranggota 40 orang. Mereka terikat
Selasa, 26 Maret 2013
Contoh Procedure Text : How To Make Brownies
mungkin dari sebagian dari anda sudah pernah mencicipi yang namanya kue brownies jadi sangat familiar sekali dengan kue yang satu ini karena terkenal dengan kelezatan rasa dan texture nya yang lembut.Pada pelajaran bahasa inggris anda akan berhadapan dengan
Selasa, 29 Januari 2013
Contoh Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar Terbaru 2013
Contoh Surat Lamaran Kerja. Sebelumnya saya telah menulis artikel tentang contoh surat pengunduran diri,
bagi kalian yang ingin keluar dari perusahaan tempat kalian bekerja,
dan saat ini mungkin kalian ingin mencari pekerjaan baru dengan harapan
lebih baik dari pekerjaan sebelumnya atau kalian baru saja lulus dari
jenjang pendidikan. Maka yang kalian butuhkan adalah surat lamaran kerja. Lantas bagaimana cara membuat surat lamaran kerja yang baik?. silahkan disimak lebih lanjut.
Surat lamaran kerja merupakan faktor utama yang sangat penting dalam keberhasilan kalian untuk mencari kerja. Pasalnya sebelum kalian bertemu dengan pimpinan perusahaan, surat inilah yang mewakili kalian, dan tentunya kalian tidak ingin di wakili oleh surat yang kurang baik bukan?.
Surat lamaran kerja yang baik akan memberikan kalian peluang untuk mendapatkan perhatian dari pemimpin perusahaan untuk panggilan interview. Berikut beberapa hal yang harus kalian perhatikan dalam menulis surat lamaran kerja yang baik.
1. Data pribadi
Untuk point telpon atau nomer hp kalian wajib untuk mengisinya, karne noemr telpon inilah yang di gunakan oleh perusahaan untuk menghunbungi kalian jika ada panggilan interview. Nmaun jika kalian tidak memilikinya disarankan untuk menggunakan nomer telpon kerabat, sahabat, atau orang terdekat kalian.
2. Pendidikan
Pendidikan formal misalnya SD/SMP/SMA/Akademi/S1, dsb.
Pendidikan non formal seperti halnya kursus atau pelatihan yang pernah anda ikuti.
3. Pengalaman bekerja
Jika kalian memiliki pengalaman kerja ada baiknya sebutkan dalam surat lamaran kerja yang kalian buat. namun jika kalian belum memiliki pengalaman kerja sebaiknya sebutkan kemampuan kalian dalam bidang kerja yang ingin kalian lamar, hal ini akan menjadi pertimabangan bagi perusahaan.
4. Lampiran Surat Lamaran Pekerjaan
Lampiran berfungsi untuk mempertegas surat lamaran kerja yang kalian kirim selain itu seperti halnya pengalaman kerja lampiran juga dapat berfungsi sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan untuk menerima kalian sebagai karyawan.
Nah itulaha beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam membuat Surat lamaran kerja yang baik, sebagai bahan refrensi dalam membuat surat lamaran kerja berikut saya berikan beberapa contoh surat lamaran pekerjaan yang baik dan benar.
Nah demikianlah Contoh Surat Lamaran Kerja yang bisa saya berikan disini, selain surat lamaran kerja yang tak kalah penting dalam melamar pekerjaan adalah contoh cv atau daftar riwayat hidup yang akan saya berikan pada artikel selanjutnya. ok semoga dengan membaca artikel ini kalian dapat membuat surat lamaran pekerjaan dan nantininya kalian bisa mendapat pekerjaan yang kalian inginkan. semoga bermanfaat, Salam.
Surat lamaran kerja merupakan faktor utama yang sangat penting dalam keberhasilan kalian untuk mencari kerja. Pasalnya sebelum kalian bertemu dengan pimpinan perusahaan, surat inilah yang mewakili kalian, dan tentunya kalian tidak ingin di wakili oleh surat yang kurang baik bukan?.
Surat lamaran kerja yang baik akan memberikan kalian peluang untuk mendapatkan perhatian dari pemimpin perusahaan untuk panggilan interview. Berikut beberapa hal yang harus kalian perhatikan dalam menulis surat lamaran kerja yang baik.
1. Data pribadi
- Nama Lengkap
- Tempat dan Tanggal Lahir
- Alamat
- Telepon / HP
- E-mail (tidak wajib)
- Status Perkawinan
Untuk point telpon atau nomer hp kalian wajib untuk mengisinya, karne noemr telpon inilah yang di gunakan oleh perusahaan untuk menghunbungi kalian jika ada panggilan interview. Nmaun jika kalian tidak memilikinya disarankan untuk menggunakan nomer telpon kerabat, sahabat, atau orang terdekat kalian.
2. Pendidikan
Pendidikan formal misalnya SD/SMP/SMA/Akademi/S1, dsb.
Pendidikan non formal seperti halnya kursus atau pelatihan yang pernah anda ikuti.
3. Pengalaman bekerja
Jika kalian memiliki pengalaman kerja ada baiknya sebutkan dalam surat lamaran kerja yang kalian buat. namun jika kalian belum memiliki pengalaman kerja sebaiknya sebutkan kemampuan kalian dalam bidang kerja yang ingin kalian lamar, hal ini akan menjadi pertimabangan bagi perusahaan.
4. Lampiran Surat Lamaran Pekerjaan
- Daftar Riwayat Hidup atau CV (Curriculum Vitae) atau Resume
- Foto copy Ijazah terakhir
- Foto copy sertifikat kursus/pelatihan
- Pas Foto terbaru
- Surat Keterangan Catatan Kepolisian (tidak wajib)
- Surat Keterangan Kesehatan dari Dokter (tidak wajib)
Lampiran berfungsi untuk mempertegas surat lamaran kerja yang kalian kirim selain itu seperti halnya pengalaman kerja lampiran juga dapat berfungsi sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan untuk menerima kalian sebagai karyawan.
Nah itulaha beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam membuat Surat lamaran kerja yang baik, sebagai bahan refrensi dalam membuat surat lamaran kerja berikut saya berikan beberapa contoh surat lamaran pekerjaan yang baik dan benar.
Contoh Surat Lamaran Perkerjaan :
Hal : Lamaran Pekerjaan
Kepada Yth.,
Manajer Sumber Daya Manusia
PT. Mutiara Persada
Jl. Lamongrejo No 45 Lamongan
Lamongan.
Dengan hormat,
Bpk. Rudy Setyawan, seorang asisten di PT. Mutiara Persada, menginformasikan kepada saya tentang rencana pengembangan dan penambahan tenaga di Departement Marketing PT. Mutiara Persada.
Sehubungan dengan hal tersebut, dengan ini perkenankan saya mengajukan diri untuk bergabung serta menjadi bagian dalam rencana pengembangan PT. Mutiara Persada tersebut.
Mengenai diri saya, dapat saya jelaskan sebagai berikut :
Nama : ......................................
Tempat & tgl. lahir : ......................................
Pendidikan Akhir : ......................................
Alamat : ......................................
Telepon (HP) : ......................................
e-mail : ......................................
Status Perkawinan : ...................................... (single/nikah)
Saat ini saya bekerja di PT. hisup Sejahtera, sebagai staf Marketing, dengan fokus utama pekerjaan di bidang promosi.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :
Daftar Riwayat Hidup.
Foto copy ijazah S-1.
Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
Pas foto terbaru.
Besar harapan saya untuk diberi kesempatan wawancara, dan dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai diri saya. Seperti yang tersirat di resume (riwayat hidup), saya mempunyai latar belakang pendidikan, pengalaman potensi dan seorang pekerja keras.
Demikian saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian Bapak.
Hormat saya,
Ahmad Fahmi
Contoh Surat Lamaran Kerja
Lamongan, 25 Desember 2012
Hal: Lamaran Pekerjaan
Kepada Yth,
Bapak / Ibu Pimpinan
PT.Segar Jaya
Dengan hormat,
Sesuai dengan penawaran lowongan pekerjaan dari PT.Segar Jaya, seperti yang termuat dari harian Jawa Pos pada tanggal 22 Desember 2012. Saya mengajukan diri untuk bergabung ke dalam Tim Marketing di PT. Segar Jaya sebagai berikut:
Nama : ..........................
Tempat & tgl. Lahir : .......................
Pendidikan Akhir : ......................
Alamat : .....................
HP : ......................
Email : ...........................
Status Perkawinan : ..........................(single/nikah)
Saat ini saya bekerja sebagai staff di PT. Segar Abadi, Saya senang untuk belajar, dan dapat bekerja secara mandiri maupun dalam tim dengan baik.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :
1. Daftar Riwayat Hidup.
2. Foto copy ijazah S-1.
3. Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
4. Pas foto terbaru.
Besar harapan saya untuk diberi kesempatan wawancara, dan dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai diri saya. Seperti yang tersirat di resume (riwayat hidup), saya mempunyai latar belakang pendidikan, pengalaman potensi dan seorang pekerja keras.
Demikian saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian Bapak.
Hormat saya,
Ahmad Fahmi
Contoh Surat Lamaran Kerja Bahasa Inggris
Lamongan, December 25, 2012
To : Resources Department Manager
PT. Mangan Kesumo
Jl. Kertajaya No. 200
Surabaya
Dear Sir,
I wish to apply for the position of Accounting Staff that was advertised on Jawa Pos, December 22, 2012.
I have over one year experience as an Accounting with PT. Maju Senotosa and have experience of a wide variety of pattern techniques. My computer skills are very good, and I have an excellent record as a reliable, productive employee.
I am looking for new challenges and the posistion of Accounting Staff sounds the perfect opportunity. Your organisation has an enviable record innovation in investor financial cosultant, and an excellent reputation as an employer, making the position even more attractive.
I enclose my CV for your inspection and look forward to hearing from you soon. I am available for interview at your convenience
Sincerely yours,
Ahmad Fahmi
Nah demikianlah Contoh Surat Lamaran Kerja yang bisa saya berikan disini, selain surat lamaran kerja yang tak kalah penting dalam melamar pekerjaan adalah contoh cv atau daftar riwayat hidup yang akan saya berikan pada artikel selanjutnya. ok semoga dengan membaca artikel ini kalian dapat membuat surat lamaran pekerjaan dan nantininya kalian bisa mendapat pekerjaan yang kalian inginkan. semoga bermanfaat, Salam.
Minggu, 18 November 2012
Cara Buat Read More di Blogger Blogspot
Cara Buat Read More di Blogger Blogspot dengan Editor Lama. Bagi yang
belum memakai Read More Editor Lama direkomendasikan untuk memakai
Read More Editor Baru yang jauh lebih mudah dan simple. Editor Baru lihat tutorialnya di sini.
Oleh fatihsyuhud.com
Tips: Cara mencari kode di template blogger.com / blogspot lihat di sini!
[Update: tutorial ini sudah dilengkapi gambar / screenshot untuk lebih memudahkan) Sudah banyak yg tanya cara buat READ MORE atau Baca Selengkapnya atau Baca Selanjutnya di blogger beta / baru (untuk tutorial buat read more di blogspot / blogger template lama atau classic lihat di sini) dan sudah saya beritahu alamatnya. Tapi tampaknya sebagian agak kesulitan dg tutorial bahasa Inggris. Untuk Anda yg termasuk golongan ini, saya persilahkan mengikuti panduan berikut.
Ada dua cara untuk membuat read more di blogger / blogspot baru (tanda Blogger Baru adalah di admin memakai layout / tata letak dan page element / elemen halaman).
Cara Pertama:
1. Buka template -> Edit HTML -> Kasih tanda tik pada menu "expand widget tempate" (lihat gambar 1)
2. Letakkan kode berikut persis di atasnya kode </head> (lihat gambar 2)
5. Klik SETTINGS atau Pengaturan, terus klik FORMATTING atau Format. Di paling bawah ada kotak kosong di samping menu TEMPLATE POSTING. Isi kotak kosong tsb dg kode berikut:
Gambar 1:

Gambar 2:

Gambar 3:

Cara Memposting
Ketika memposting, klik EDIT HTML (bukan COMPOSE). Maka, secara otomatis akan tampak kode
1. Saat mengklik "Simpan Perubahan" kita sering mendapat pesan demikian:
2. Anda sudah berhasil memasang seluruh kode di atas, tetapi ‘read more’ gak berhasil; posting tetap panjang? Dan tulisan ‘read more’ nongol di bagian bawah artikel? Tenang. Ikuti solusi berikut: klik “Pengaturan” -> klik “Format” -> buang/delete semua tanda kutip buka/tutup (quote/unquote) di “fullpost” dan ganti dengan tanda kutip yang baru. Jangan lupa klik “Simpan”.
Selesai. Selamat ngeblog di blogger / blogspot dengan READ MORE.
Apabila Anda berhasil melakukan cara bikin READ MORE di atas tak perlu lagi mencoba cara di bawah. Cara di bawah cuma sebagai alternatif dan agak lebih rumit di banding cara yang di atas.
Cara Kedua:
1. Buka template –> edit HTML
2. Kasih tanda tik/cek menu “expand widget template”
3. Cari kode berikut di TEMPLATE blog Anda:
8. Klik SETTINGS atau Pengaturan, terus klik FORMATTING atau Format. Di paling bawah ada kotak kosong di samping menu TEMPLATE POSTING. Isi kotak kosong tsb dg kode berikut:
Cara Memposting
Ketika memposting, klik EDIT HTML. Maka, secara otomatis akan tampak kode
(A) Artikel yg diposting sebelum pemasangan kode READ MORE di atas akan tetap tampil penuh di halaman muka, Anda bisa mengeditnya dg cara sbb:
1. Klik menu EDIT POSTS
2. Klik EDIT di artikel yg akan diedit.
3. Pasang kode
Ingat hanya ada SATU kode
Masalah yang Sering Dihadapi
1. Saat mengklik “Simpan Perubahan” kita sering mendapat pesan demikian:
2. Anda sudah berhasil memasang seluruh kode di atas, tetapi ‘read more’ gak berhasil; posting tetap panjang? Solusi: klik “Pengaturan” -> klik “Format” -> buang semua tanda kutip buka/tutup di “fullpost” dan ganti dengan tanda kutip yang baru. Jangan lupa klik “Simpan”.
Oleh fatihsyuhud.com
Tips: Cara mencari kode di template blogger.com / blogspot lihat di sini!
[Update: tutorial ini sudah dilengkapi gambar / screenshot untuk lebih memudahkan) Sudah banyak yg tanya cara buat READ MORE atau Baca Selengkapnya atau Baca Selanjutnya di blogger beta / baru (untuk tutorial buat read more di blogspot / blogger template lama atau classic lihat di sini) dan sudah saya beritahu alamatnya. Tapi tampaknya sebagian agak kesulitan dg tutorial bahasa Inggris. Untuk Anda yg termasuk golongan ini, saya persilahkan mengikuti panduan berikut.
Ada dua cara untuk membuat read more di blogger / blogspot baru (tanda Blogger Baru adalah di admin memakai layout / tata letak dan page element / elemen halaman).
Cara Pertama:
1. Buka template -> Edit HTML -> Kasih tanda tik pada menu "expand widget tempate" (lihat gambar 1)
2. Letakkan kode berikut persis di atasnya kode </head> (lihat gambar 2)
<style>
<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
span.fullpost {display:inline;}
<b:else/>
span.fullpost {display:none;}
</b:if>
</style>
3. Letakkan kode berikut di bawah kode <p><data:post.body/></p>
(lihat gambar 3)<b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>
<a expr:href='data:post.url'> Read More..</a>
</b:if>
4. Klik Simpan. Selesai.5. Klik SETTINGS atau Pengaturan, terus klik FORMATTING atau Format. Di paling bawah ada kotak kosong di samping menu TEMPLATE POSTING. Isi kotak kosong tsb dg kode berikut:
<span class="fullpost">
</span>
Jangan lupa klik SIMPAN PENGATURAN.Gambar 1:
Gambar 2:
Gambar 3:
Cara Memposting
Ketika memposting, klik EDIT HTML (bukan COMPOSE). Maka, secara otomatis akan tampak kode
<span class="fullpost">
</span>
Letakkan posting yg akan ditampilkan di halaman muka di atas kode
sementara sisanya (yakni keseluruhan entry/artikel), letakkan di antara
kode<span class="fullpost">
dan</span>
Masalah yang Sering Dihadapi1. Saat mengklik "Simpan Perubahan" kita sering mendapat pesan demikian:
XML error message: The element type “style” must be terminated by the matching end-tag “”.Jangan panik. Itu artinya tanda petik / kutip buka tutup (quote/unquote) yakni tanda ' dalam kode tidak cocok dengan font template. Yang perlu dilakukan adalah buang tanda kutip ['] itu dan kasih tanda kutip yang baru di tempat yang sama. Dan coba klik lagi SIMPAN.
2. Anda sudah berhasil memasang seluruh kode di atas, tetapi ‘read more’ gak berhasil; posting tetap panjang? Dan tulisan ‘read more’ nongol di bagian bawah artikel? Tenang. Ikuti solusi berikut: klik “Pengaturan” -> klik “Format” -> buang/delete semua tanda kutip buka/tutup (quote/unquote) di “fullpost” dan ganti dengan tanda kutip yang baru. Jangan lupa klik “Simpan”.
Selesai. Selamat ngeblog di blogger / blogspot dengan READ MORE.
Apabila Anda berhasil melakukan cara bikin READ MORE di atas tak perlu lagi mencoba cara di bawah. Cara di bawah cuma sebagai alternatif dan agak lebih rumit di banding cara yang di atas.
Cara Kedua:
1. Buka template –> edit HTML
2. Kasih tanda tik/cek menu “expand widget template”
3. Cari kode berikut di TEMPLATE blog Anda:
<div class='post-header-line-1'/>
<div class='post-body'>
4. Kalau sudah ketemu, letakkan kode berikut DI BAWAH kode html di atas:
<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
<style>.fullpost{display:inline;}</style>
<p><data:post.body/></p>
<b:else/>
<style>.fullpost{display:none;}</style>
5. Di Bawah kode di atas ada kode html sbb:
<p><data:post.body/></p>
<div style='clear: both;'/> <!-- clear for photos floats -->
</div>
6. Nah, di antara kode<p><data:post.body/></p>
dan kode<div style='clear: both;'/> <!-- clear for photos floats -->
</div>
pasang kode html ini:
<a expr:href='data:post.url'>Read More .. </a>
</b:if>
7. Jadi, susunan kode html di template setelah ditambah dg kode READ
MORE akan menjadi seperti ini (yg warna biru adalah kode tambahan untuk
READ MORE, sedang kode warna hitam adalah kode asli template):<div class='post-header-line-1'/><div class='post-body'> <b:if cond='data:blog.pageType == "item"'> <style>.fullpost{display:inline;}</style> <p><data:post.body/></p> <b:else/> <style>.fullpost{display:none;}</style> <p><data:post.body/></p> <a expr:href='data:post.url'>Read More......</a> </b:if> <div style='clear: both;'/> <!-- clear for photos floats --> </div>Klik Simpan Template. Selesai.
8. Klik SETTINGS atau Pengaturan, terus klik FORMATTING atau Format. Di paling bawah ada kotak kosong di samping menu TEMPLATE POSTING. Isi kotak kosong tsb dg kode berikut:
<span class="fullpost">
</span>
Jangan lupa klik SIMPAN PENGATURAN.Cara Memposting
Ketika memposting, klik EDIT HTML. Maka, secara otomatis akan tampak kode
<span class="fullpost">
</span>
Letakkan posting yg akan ditampilkan di halaman muka di atas kode
sementara sisanya (yakni keseluruhan entry), letakkan di antara kode
<span class="fullpost">
dan</span>
Catatan Penting:(A) Artikel yg diposting sebelum pemasangan kode READ MORE di atas akan tetap tampil penuh di halaman muka, Anda bisa mengeditnya dg cara sbb:
1. Klik menu EDIT POSTS
2. Klik EDIT di artikel yg akan diedit.
3. Pasang kode
<span class="fullpost">
di bawah paragraf yg akan ditampilkan. Dan pasang kode</span>
di akhir artikel.Ingat hanya ada SATU kode
<span class="fullpost">
dan</span>
. Apabila terdapat lebih dari satu, dan biasanya numpuk di bagian paling bawah artikel, maka dibuang saja.Masalah yang Sering Dihadapi
1. Saat mengklik “Simpan Perubahan” kita sering mendapat pesan demikian:
XML error message: The element type “style” must be terminated by the matching end-tag “”.Jangan panik. Itu artinya tanda petik / kutip buka tutup (quote/unquote) yakni tanda ‘ dalam kode tidak cocok dengan font template. Yang perlu dilakukan adalah buang tanda kutip ['] itu dan kasih tanda kutip yang baru di tempat yang sama. Dan coba klik lagi SIMPAN.
2. Anda sudah berhasil memasang seluruh kode di atas, tetapi ‘read more’ gak berhasil; posting tetap panjang? Solusi: klik “Pengaturan” -> klik “Format” -> buang semua tanda kutip buka/tutup di “fullpost” dan ganti dengan tanda kutip yang baru. Jangan lupa klik “Simpan”.
Minggu, 11 November 2012
KENAKALAN REMAJA
ANEH & LEBIH ANEH LAGI ...
>>> Aneh ya,
Kalau ada lelaki nggak pacaran dibilang homo
Kalau ada wanita nggak pacaran dibilang lesbi
Sholat tepat waktu dibilang sok alim
Minta do'a ibu dibilang anak mami
>>> Aneh ya,
Kalau ada lelaki nggak pacaran dibilang homo
Kalau ada wanita nggak pacaran dibilang lesbi
Sholat tepat waktu dibilang sok alim
Minta do'a ibu dibilang anak mami
Gonta-ganti pasangan udah biasa
cerai menjadi tradisi
Yang berzina ngakunya khilaf
Yang pake narkoba ngakunya stres
Solusi HIV pake kondom
Nikah dini dibilang kampungan
Nggak punya BB dibilang ga gaul
Dengernya murottal quran dibilang ga asyik
Ikut pengajian dibilang udah tua
Masuk rohis disebut teroris
Majlis ilmu sepi pengunjung
Konser musik berbau maksiat pada gandrung
Infak 1000 berat, beli tiket konser 500rb berdesakan
Itulah potret negeri ini.
Semoga kita menjadi orang yang tetap istiqomah dalam kebenaran!
>>> Lebih aneh lagi...
Orang berduyun-duyun mengejar titel
Padahal miskin ilmu dan kebijaksanaan
Orang berstrategi untuk menipu
yang ditipu ga kalah banyaknya
Hebatnya..
Halal haram tak dihiraukan
Syubhat diembat
Wajib jarang dilakukan
Sunah ditinggalkan
Nggak korupsi dibilang sok suci
Nggak nyogok dibilang ga nyeni
Jabatan jadi kesempatan
Kekuasaan untuk melanggengkan
Kekayaan untuk pamer dan pemuas keserakahan
rasa malu telah hilang, rasa berdosa mulai sirna
Benarlah Rasulullah mengisyaratkan, Islam itu datang dalam keadaan terasing, dan kembali dalam keadaan asing.
Beruntunglah, engkau saudara-saudariku yang terasing dalam kebenaran. Tetaplah di jalan perjuangan ini, walau seperti memegang bara api. Kebenaran pasti akan dimenangkan_Nya.
cerai menjadi tradisi
Yang berzina ngakunya khilaf
Yang pake narkoba ngakunya stres
Solusi HIV pake kondom
Nikah dini dibilang kampungan
Nggak punya BB dibilang ga gaul
Dengernya murottal quran dibilang ga asyik
Ikut pengajian dibilang udah tua
Masuk rohis disebut teroris
Majlis ilmu sepi pengunjung
Konser musik berbau maksiat pada gandrung
Infak 1000 berat, beli tiket konser 500rb berdesakan
Itulah potret negeri ini.
Semoga kita menjadi orang yang tetap istiqomah dalam kebenaran!
>>> Lebih aneh lagi...
Orang berduyun-duyun mengejar titel
Padahal miskin ilmu dan kebijaksanaan
Orang berstrategi untuk menipu
yang ditipu ga kalah banyaknya
Hebatnya..
Halal haram tak dihiraukan
Syubhat diembat
Wajib jarang dilakukan
Sunah ditinggalkan
Nggak korupsi dibilang sok suci
Nggak nyogok dibilang ga nyeni
Jabatan jadi kesempatan
Kekuasaan untuk melanggengkan
Kekayaan untuk pamer dan pemuas keserakahan
rasa malu telah hilang, rasa berdosa mulai sirna
Benarlah Rasulullah mengisyaratkan, Islam itu datang dalam keadaan terasing, dan kembali dalam keadaan asing.
Beruntunglah, engkau saudara-saudariku yang terasing dalam kebenaran. Tetaplah di jalan perjuangan ini, walau seperti memegang bara api. Kebenaran pasti akan dimenangkan_Nya.
Jumat, 02 November 2012
Naskah Drama 4 Orang
Pengertian Drama Adalah
Pagi Bening
Drama Komedi Satu Babak
Karya Serafin dan Joaquin Alvarez Quintero
Terjemahan Drs. Sapardi Joko Damono
© 2006
P a g i B e n i n g
( Drama Komedi Satu Babak dari tanah Spanyol )
Karya Serafin dan Joaquin Alvarez Quintero
Terjemahan Drs. Sapardi Joko Damono
T e m p a t K e j a d i a n
Madrid – Spanyol
Di suatu tempat – Taman terbuka
Di jaman ini juga
P e m a i n
Donna Laura
Wanita tua, berumur kira-kira 70 tahun
Masih nampak jelas bahwa dulunya cantik dan tindak tanduknya menunjukkan bahwa mentalnya juga baik.
Don Gonzalo
Lelaki tua, berumur kira-kira 70 tahun lebih
Agak congkak dan selalu tampak tidak sabaran
Petra
Gadis pembantu Laura
Juanito
Pemuda pembantu Gonzalo
( DONNA LAURA MASUK, BERPEGANGAN TANGAN PADA PETRA. TANGANNYA YAN LAIN MEMBAWA PAYUNG YANG JUGA UNTUK TONGKATNYA )
LAURA : Aku selalu merasa gembira sekali di sini. Syukur bangkuku tidak ditempati orang lain. Duhai, pagi yang cerah! Cerah sekali.
PETRA : Tapi matahari agak panas, Senora.
LAURA : Ya, kau masih duapuluh tahun (ia duduk di bangku belakang). Aku merasa lebih letih dari biasanya (melihat petra yang nampak tak sabaR), pergilah kalau kau ingin ngobrol dengan tukang kebunmu itu!
PETRA : Dia bukan tukang kebunku, Senora, dia tukang kebun taman ini!
LAURA : Ia lebih tepat disebut milikmu daripada milik taman ini. Cari saja dia. Tapi jangan sampai terlalu jauh hingga tak kau dengar panggilanku.
PETRA : Saya sudah melihatnya di sana, menanti.
LAURA : Pergilah, tapi jangan lebih dari sepuluh menit!
PETRA : Baik, Senora (berjalan ke kanan)
LAURA : Hei, nanti dulu!
PETRA : Ada apa lagi, Senora?
LAURA : Berikan remah-remah roti itu!
PETRA : Ah, pelupa benar aku ini!
LAURA : (senyum) Aku tahu! Pikiranmu sudah lekat ke sana, heh, si tukang kebun itu!
PETRA : Ini, Senora (mengeluarkan bungkusan roti. Keluar ke kanan)
LAURA : Adios! (memandang ke arah pepohonan). Ha, mereka datang. Mereka tahu kapan mesti datang menemui aku (bangkit dan menyerahkan remah-remah roti). Ini buat yang putih, ini untuk yang coklat, dan ini untuk yang paling kecil tapi kenes. (tertawa dan duduk lagi memandang merpati yang sedang makan). Ah, merpati-merpati yang manis. Itu yang besar mesti lebih dulu, kentara dari kepalanya yang besar, dan itu ... aduh , kenes benar. Hai, yang satu itu selesai mematuk terus terbang ke dahan. Bersunyi diri. Agaknya ia suka berfilsafat. Tapi dari mana saja mereka ini datang? Seperti kabar angin saja! Meluas dengan mudah. Ha, ha, jangan bertengkar. Masih banyak. Besok kubawakan yang lebih banyak lagi!
(don gonzalo dan juanito masuk dari kiri. Gonzalo bergantung sedikit pada juanito. Kakinya bengkak, agak di seret)
GONZALO : Membuang-buang waktu melulu! Mereka itu suka benar bicara yang bukan-bukan.
JUANITO : Duduk di sini sajalah, senior. Hanya ada seorang wanita.
(dona laura menengok dan mendengarkan)
GONZALO : Tidak, Juanito. Aku mau tersendiri.
JUANITO : Tapi tak ada .
GONZALO : Yang di sana itu kan milikku!
JUANITO : Tiga orang pendeta duduk di sana, Senior!
GONZALO : Singkirkan saja mereka! ... ... ... Sudah pergi!
JUANITO : Tentu saja belum! Mereka tengah bercakap-cakap.
GONZALO : Seperti merekat pada bangku saja mereka itu! Heh, tak ada harapan lagi, Juanito. Mari!
JUANITO : (menggandeng ke arah merpati-merpati)
LAURA : (marah). Awas hati-hati!
GONZALO : Apa Senora berbicara dengan saya?
LAURA : Ya, dengan tuan!
GONZALO : Ada apa?
LAURA : Tuan menakut-nakuti burung-burung merpati saya!
GONZALO : Peduli apa burung-burung itu!
LAURA : Apa, ha?
GONZALO : Ini taman umum, Senora!
LAURA : Tapi kenapa tadi tuan mengutuki pendeta-pendeta di sana itu?
GONZALO : Senora, tapi kita belum pernah jumpa! Dan kenapa tadi Senora menegur saya? Ayo, juanito! (melangkah ke kanan)
LAURA : Buruk amat perangai si tuan itu! Kenapa orang mesti jadi tolol dan pandir kalau sudah meningkat tua? (melihat ke kanan). Syukur. Ia tidak mendapat bangku! Itu, orang yang menakut-nakuti merpati-merpatiku. Ha, ia marah-marah. Ya, ayo, carilah bangku kalau kau dapat! Aduh, kasihan, ia menyeka keringat di dahi. Nah, itu dia kemari lagi. Debu-debu mengepul seperti kereta lewat! (juanito dan gonzalo masuk)
GONZALO : Apa sudah pergi pendeta-pendeta yang ngobrol itu, Juan?
JUANITO : Tentu saja belum, Senior?
GONZALO : Walikota seharusnya lebih banyak menaruh bangku-bangku di sini! Terpaksa juga aku kini duduk bersama wanita tua itu!
(ia duduk di ujung bangku,memandang dengan iri kepada laura, dan memberi hormat dengan mengangkat topi). Selamat pagi.
LAURA : Jadi tuan di sini lagi?
GONZALO : Ku ulang lagi, kita kan belum pernah jumpa!
LAURA : Saya toh cuma membalas salam tuan!
GONZALO : “Selamat Pagi”, mestinya cukup dibalas dengan “selamat pagi” saja.
LAURA : Tapi tuan seharusnya juga minta ijin untuk duduk di bangku saya ini.
GONZALO : Ahai, bangku ini kan milik umum!
LAURA : Kenapa bangku yang di san itu juga tuan katakan milik tuan, hah?
GONZALO : Baik, baik! Sekian sajalah!
( pada dirinya sendiri ) Dasar perempuan tua! Patutnya dia di rumah saja, merenda atau menghitung tasbih.
LAURA : Jangan mengoceh lagi. Aku juga tokh, tak akan pergi untuk sekedar menyenangkan hatimu!
GONZALO : (mengelap sepatunya dengan sapu tangan). Kalau disiram air sedikit tentu lebih baik. Tak berdebu lagi jadinya taman ini.
LAURA : Apa tuan biasa menggunakan saputangan sebagai lap?
GONZALO : Kenapa tidak?!
LAURA : Apa tuan juga menggunakan lap sebagai sapu tangan?
GONZALO : Hah? Nyonya kan tak punya hak untuk mengeritik saya!
LAURA : Toh sekarang saya ini tetangga tuan!
GONZALO : Juanito! Buku! Bosan mendengarkan nonsense macam itu!
LAURA : Alangkah sopan santun tuan ini!
GONZALO : Maaf saja nyonya. Tapi saya mengharap nyonya tidak bernapsu campur tangan urusan orang lain!
LAURA : Saya memang biasa melahirkan pikiran-pikiran saya.
GONZALO : Hhh, Juanito! Buku!
JUANITO : Ini, tuan! (mengambil buku dari kantong, don gonzalo memandang dengki pada laura; gonzalo mengeluarkan kaca pembesar dan kacamata: membuka buku)
LAURA : Oh, saya kira tuan mengeluarkan teleskop.
GONZALO : Nyonya bicara lagi!
LAURA : Tentunya penglihatan tuan masih baik sekali!!
GONZALO : Jauh lebih baik dari penglihatan nyonya!
LAURA : Ahai, tentu saja!
GONZALO : Kalau tidak percaya, tanyakan saja kepada kelinci-kelinci dan burung-burung.
LAURA : Artinya tuan suka berburu kelinci dan burung?
GONZALO : Saya pemburu memang. Dan sekarang pun saya tengah berburu.
LAURA : Ya, tentunya! Begitulah!
GONZALO : Ya, Senora. Tiap Minggu saya menyandang bedil bersama anjing saya pergi ke Arazaca. Iseng-iseng berburu! Membunuh waktu!
LAURA : Ya, membunuh waktu! Apa hanya waktu saja bisa tuan bunuh?
GONZALO : Nyonya kira begitu? Saya bisa menunjukkan kepala beruang besar dikamar saya!
LAURA : Dan saya juga bisa menunjukkan kepala singa di kamar tamu saya, meskipun saya bukan pemburu!
GONZALO : Sudahlah nyonya, sudah! Saya mau membaca. Percakapan cukup! Ngomong putus!
LAURA : Ha, tuan menyerah!
GONZALO : Tapi saya mau ambil obat bersin dulu. (mengambil tempat obat). Nyonya mau? (memberikan obat itu)
LAURA : Kalau cocok!
GONZALO : Ini nomor satu! Nyonya tentu akan suka!
LAURA : Memang biasanya akan menghilangkan pusing.
GONZALO : Saya pun begitu.
LAURA : Tuan suka bersin?
GONZALO : Ya tiga kali.
LAURA : Persis sama dengan saya! (setelah mengambil bubukan, keduanya bersin berganti-ganti masing-masing tiga kali).
GONZALO : Ehaaaah, agak enakan sekarang.
LAURA : Saya pun merasa enak sekarang.
(KE Samping) Obat itu telah mendamaikan kami rupanya!
GONZALO : Maaf, saya mau membaca keras. Tidak mengganggu kan?
LAURA : Silahkan sekeras mungkin, tuan tidak menggangu saya lagi.
GONZALO : (membaca) “ Segala cinta itu menyakitkan hati
Tetapi bagaimana jugapun pedihnya
Cinta adalah sesuatu yang terbaik
Yang pernah kita miliki “
Nah, bait itu dari penyair Campoamor.
LAURA : Ah!
GONZALO : (membaca) “ Anak-anak dari para bunda
Yang pernah kucinta
Menciumku sekarang
Seperti bayangan hampa “
Baris-baris ini agak lucu juga rasanya.
LAURA : (tertawa) Kukira juga begitu.
GONZALO : Ada beberapa sajak bagus dalam buku ini. Dengar!
(membaca) “ Duapuluh tahun berlalu
Ia pun kembalilah “
LAURA : Cara tuan membaca dengan kaca pembesar itu sungguh agak menggelikan saya.
GONZALO : Jadi nyonya bisa membaca tanpa kaca pembesar?
LAURA : Tentu saja, tuan.
GONZALO : Setua itu? Ahai, nyonya main-main saja!
LAURA : Coba saya pinjam buku tuan itu!
(mengambil buku dan membacanya keras-keras)
“ Duapuluh tahun berlalu
Dan ia pun kembalilah
Masing-masing saling memandang,
Berkata :
Mungkinkah dia orangnya?
Ya Allah, dimana oranya itu? “
GONZALO : Hebat! Saya iri hati pada penglihatan nyonya.
LAURA : (Kesamping) Hmm, saya hafal tiap kata syair itu.
GONZALO : Saya gemar sekali puisi-puisi yang bagus. Sungguh gemar sekali. Bahkan ketika masih muda, kadang-kadang suka bersyair.
LAURA : Sajak-sajak bagus juga?
GONZALO : Ya, macam-macamlah. Saya dulu sahabat dari Exprosoda, Zorilla, Bocquer, dan penyair-penyair lain. Saya kenal Zorilla pertama kali di Amerika.
LAURA : Eh, tuan pernah ke Amerika?
GONZALO : Sering juga. Pertama kesana saya waktu umur 6 tahun.
LAURA : Tentunya dulu tuan ikut Colombus.
GONZALO : (tertawa) Yah, tidak sejelek itu nasibku! Saya sudah tua, tapi belum pernah kenal Raja Ferdinand serta Ratu Isabella!
(keduanya tertawa). Saya juga teman Campoamor, berjumpa pertama kali di Valensia. Saya warga kota di sana.
LAURA : Apa sungguh?
GONZALO : Saya dibesarkan disana. Dan masa mudaku habis di kota itu. Apa nyonya pernah ke Valensia?
LAURA : Pernah! Tiada jauh dari Valensia ada sebuah villa dan kalau masih berdiri sekarang, bisa mengembalikan kenangan-kenangan yang manis. Saya pernah tinggal beberapa musim di sana. Tapi sudah lama lampau. Villa itu dekat laut, tersembunyi antara pohon jeruk. Mereka menyebutnya ... ah ... lupa ... o ya, Villa Maricella.
GONZALO : Maricella?
LAURA : Maricella. Apa tuan pernah mendengarnya?
GONZALO : Tak asing lagi nama itu ... ah, kita tambah tua tambah pelupa ... di Villa itu dulu ada seorang wanita paling cantik yang pernah saya lihat dan saya kenal. Dan namanya ... O ya, Laura Liorento!
LAURA : (kaget) Laura Liorento?
GONZALO : Benar (mereka saling tatap)
LAURA : (sadar lagi) Ah, tak apa-apa, hanya mengingatkan saya pada teman karib saya.
GONZALO : Aneh juga.
LAURA : Memang aneh! Dia diberi sebutan “ Perawan Bagai Perak”.
GONZALO : Tepat, “Perawan Bagai Perak”. Nama itulah yang terkenal di sana. Sekarang saya seperti melihatnya kembali di jendela di antara kembang mawar merah itu. Nyonya ingat jendela itu?
LAURA : Ya, saya ingat itulah jendela kamarnya.
GONZALO : Dulu dia suka berjam-jam di jendela.
LAURA : (melamun) Ya, memang dulu dia suka begitu.
GONZALO : Dia gadis ideal. Manis bagai kembang lilia. Rambutnya hitam. Sungguh mengesankan sekali! Mengesankan sampai kapan saja. Tubuhnya ramping sempurna. Betapa Tuhan telah menciptakan keindahan seperti itu. Dia seperti impian saja.
LAURA : (ke samping) Jika seandainya tuan tahu bahwa impian itu ada di samping tuan, tuan akan sadar impian macam apa itu, heh?
(keras-keras) Dia adalah gadis yang malang yang gagal cinta.
GONZALO : Betapa sedihnya (mereka saling memandang)
LAURA : Tuan pernah mendengar kabarnya?
GONZALO : Ya, pernah.
LAURA : Nasib malang meminta yang lain.
(kesamping) Gonzalo!
GONZALO : Si jago cinta cakap itu! Peristiwa cinta yang sama.
LAURA : Ah, duel itu.
GONZALO : Tepat, duel itu. Si Jago Cinta itu adalah ... saudara sepupu saya. Saya juga sayang sekali kepadanya.
LAURA : Oh ya, saudara sepupu. Seorang temanku menyurati saya dan bercerita tentang mereka. Dia ... saudara sepupu tuan itu ... tiap pagi lewat di depan jendelanya dengan naik kuda, dan melemparkan ke atas seberkas kembang yang segera disambut gadisnya.
GONZALO : Dan tak lama kemudian, dia ... saudara sepupu saya itu ... lewat lagi untuk menerima kembang dari atas. Begitu?
LAURA : Benar. Dan keluarga gadis itu ingin agar ia kawin dengan saudagar yang tidak ia cintai.
GONZALO : Dan pada suatu malam, ketika saudara sepupuku tadi tengah menanti gadisnya menyanyi ... di bawah jendela, lelaki itu muncul dengan tiba-tiba.
LAURA : Dan menghina saudara tuan itu.
GONZALO : Kemudian pertengkaran terjadi.
LAURA : Dan kemudian ... duel!
GONZALO : Ya, waktu matahari terbit, di tepi pantai, dan si Saudagar itu luka-luka parah. Saudara sepupu saya itu harus bersembunyi dan kemudian melarikan diri.
LAURA : Tuan rupanya mengetahui benar ceritanya.
GONZALO : Nyonya pun begitu agaknya.
LAURA : Saya katakan tadi, seorang teman telah menyurati saya.
GONZALO : Saya pun diceritai oleh saudara sepupu saya.
(ke samping) Heh, inilah Laura itu! Tak salah!
LAURA : (ke samping) Kenapa menceritakan padanya? Dia tak curiga apa-apa.
GONZALO : (ke samping) Dia sama sekali tak bersalah.
LAURA : Dan apakah tuan pula yang menasihati saudara tuan itu untuk melupakan Laura?
GONZALO : Ooo, saudara sepupu saya tak pernah melupakannya.
LAURA : Bagaimana begitu?
GONZALO : Akan saya ceritakan segalanya kepada nyonya.
Anak muda – Don Gonzalo itu – bersembunyi di rumah saya, takut menanggung akibatnya yang buruk sehabis menang duel itu. Dari rumah saya ia terus lari ke Madrid. Ia kirim surat-surat kepada Laura, di antaranya sajak-sajak. Tapi tentunya surat-surat itu jatuh ke tangan orang tuanya. Buktinya tak ada balasan. Kemudian Gonzalo pergi ke Afrika, sebab cintanya telah gagal sama sekali, masuk tentara dan terbunuh di sebuah selokan sambil menyebut berulangkali nama Lauranya yang sangat tercinta.
LAURA : (ke samping) Dusta! Heh, dusta kotor belaka!
GONZALO : (ke samping) Saya tak bisa membunuh diriku lebih ngeri lagi.
LAURA : Tuan tentunya telah ditumbangkan kesedihan yang sangat
GONZALO : Memang betul, nyonya. Dia seperti saudaraku sendiri. Dan saya kira tak lama kemudian, Laura telah melupakannya. Kembali bermain memburu kupu-kupu seperti biasanya. Tak pernah meratapinya.
LAURA : Tidak, Senior. Sama sekali tidak!
GONZALO : Biasanya perempuan memang begitu!
LAURA : Kalaupun itu sudah sifat perempuan, “Perawan Bagai Perak” adalah terkecuali! Teman saya itu menanti berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun dan tak selembar suratpun tiba. Suatu senja ketika matahari terbenam, dia meninggalkan rumahnya dan dengan langkah tergesa menuju pantai tempat kekasihnya menjaga nama baiknya. Ia menuliskan namanya di pasir, lalu duduk di atas karang, memandang ke kaki langit. Ombak menyanyikan tembang duka yang kekal, dan menggapai batu karang di mana perawan itu duduk. Air pasang segera tiba dan menyapu gadis itu dari muka bumi.
GONZALO : Ya Allah!
LAURA : Para nelayan di situ sering menceritakan bahwa nama yang ditulis gadis itu lenyap ditelan air pasang.
(ke samping) Toh kamu tak tahu aku reka-reka sendiri cerita kematianku!
GONZALO : ( ke samping ) Dia berdusta lebih ngeri dari dustaku!
LAURA : Ah, Laura yang malang!
GONZALO : Wahai Gonzalo yang malang!
LAURA : (ke samping) Aku takkan bercerita kepadanya bahwa aku kawin dua tahun kemudian setelah duel itu!
GONZALO : (ke samping) Aku takkan bercerita kepadanya bahwa dua bulan kemudian aku mengawini penari ballet dari Paris!
LAURA : Nasib memang selalu aneh. Di sini, tuan dan saya, dua orang asing, bertemu secara kebetulan dan saling menceritakan kisah cinta yang sama dari dua teman lama yang telah bertahun lalu terjadi, seperti sudah akrab benar kita ini!
GONZALO : Ya, memang aneh. Padahal mula-mula kita bertemu tadi, kita bertengkar.
LAURA : Tuan juga yang tadi mengganggu merpati-merpati saya.
GONZALO : Memang agak kasar saya tadi.
LAURA : Memang kasar. (ramah) Tuan datang lagi besok pagi?
GONZALO : Tentu, asal pagi secerah ini. Dan takkan lagi mengganggu merpati-merpati itu, tapi saya akan membawa remah-remah roti besok.
LAURA : Oh, terima kasih. Burung-burung selalu tahu berterimakasih. Hei! Mana pembantuku tadi? – Petra!
GONZALO : (melihat laura yang membelakang) Tidak! Tak akan kukatakan siapa aku ini sebenarnya. Aku sudah tua dan lemah. Biarlah dia mengangankan aku sebagai penunggang kuda tampan yang lewat di bawah jendelanya.
LAURA : Nah, itu dia.
GONZALO : Itu Juanito! Dia sedang bercanda dengan gadisnya! (mengisyarati)
LAURA : (memandang gonzalo yang membelakang) Tidak, aku sudah berubah tua. Lebih baik ia mengingatku sebagai gadis bermata hitam yang melempar bunga dari jendela.
(juanito dan petra masuk) Hei, Petra!
GONZALO : Juanito, kau sedikit lambat.
PETRA : (kepada laura) Si tukang kebun memberikan bunga-bunga ini kepada Seniora.
LAURA : Alangkah bagusnya. Terima kasih. Sedap benar baunya! (beberapa bunga gugur ke tanah)
GONZALO : Ini semua sungguh menyenangkan, Senora!
LAURA : Demikian juga saya, Senior!
GONZALO : Sampai besok, nyonya!
LAURA : Sampai besok, tuan!
GONZALO : Agak panas hari ini!
LAURA : Pagi yang cerah. Tuan besok pergi ke bangku tuan?
GONZALO : Tidak, saya akan kemari saja. Itu kalau nyonya tidak berkeberatan.
LAURA : Bangku ini selalu menanti tuan!
GONZALO : Akan saya bawa remah-remah roti!
LAURA : Besok pagi, jadilah!
GONZALO : Besok pagi. (laura melangkah ke kanan berpegang pada petra. Gonzalo membungkuk susah payah memungut bunga yang jatuh tadi, dan laura menengok ketika itu)
LAURA : Apa yang tuan kerjakan?
GONZALO : Juanito, tunggu dong!
LAURA : Tak salah, dialah Gonzalo!
GONZALO : (ke samping) Tak salah, dialah Laura!
(mereka masing-masing melambaikan tangan)
LAURA : Mungkinkah dia itu benar orangnya?
GONZALO : Ya Allah, diakah orangnya itu?
Dhono-wareh
naskah drama 4 orang Buat sekedar membantu teman teman yang mencari artikel mengenai naskah drama 4 orang sahabat untuk tugas sekolah untuk membuat drama nahhhh ini dia silahkan bisa dilihat langung naskah drama pendek
4 orang dibawah ini semoga menjadikan manfaat anda dalam belajar ber
akting dengan membuat drama siapa tahu anda menjadi artis hahahahaha Naskah Drama Remaja
Pengertian Drama Adalah
Pagi Bening
Drama Komedi Satu Babak
Karya Serafin dan Joaquin Alvarez Quintero
Terjemahan Drs. Sapardi Joko Damono
© 2006
P a g i B e n i n g
( Drama Komedi Satu Babak dari tanah Spanyol )
Karya Serafin dan Joaquin Alvarez Quintero
Terjemahan Drs. Sapardi Joko Damono
T e m p a t K e j a d i a n
Madrid – Spanyol
Di suatu tempat – Taman terbuka
Di jaman ini juga
P e m a i n
Donna Laura
Wanita tua, berumur kira-kira 70 tahun
Masih nampak jelas bahwa dulunya cantik dan tindak tanduknya menunjukkan bahwa mentalnya juga baik.
Don Gonzalo
Lelaki tua, berumur kira-kira 70 tahun lebih
Agak congkak dan selalu tampak tidak sabaran
Petra
Gadis pembantu Laura
Juanito
Pemuda pembantu Gonzalo
( DONNA LAURA MASUK, BERPEGANGAN TANGAN PADA PETRA. TANGANNYA YAN LAIN MEMBAWA PAYUNG YANG JUGA UNTUK TONGKATNYA )
LAURA : Aku selalu merasa gembira sekali di sini. Syukur bangkuku tidak ditempati orang lain. Duhai, pagi yang cerah! Cerah sekali.
PETRA : Tapi matahari agak panas, Senora.
LAURA : Ya, kau masih duapuluh tahun (ia duduk di bangku belakang). Aku merasa lebih letih dari biasanya (melihat petra yang nampak tak sabaR), pergilah kalau kau ingin ngobrol dengan tukang kebunmu itu!
PETRA : Dia bukan tukang kebunku, Senora, dia tukang kebun taman ini!
LAURA : Ia lebih tepat disebut milikmu daripada milik taman ini. Cari saja dia. Tapi jangan sampai terlalu jauh hingga tak kau dengar panggilanku.
PETRA : Saya sudah melihatnya di sana, menanti.
LAURA : Pergilah, tapi jangan lebih dari sepuluh menit!
PETRA : Baik, Senora (berjalan ke kanan)
LAURA : Hei, nanti dulu!
PETRA : Ada apa lagi, Senora?
LAURA : Berikan remah-remah roti itu!
PETRA : Ah, pelupa benar aku ini!
LAURA : (senyum) Aku tahu! Pikiranmu sudah lekat ke sana, heh, si tukang kebun itu!
PETRA : Ini, Senora (mengeluarkan bungkusan roti. Keluar ke kanan)
LAURA : Adios! (memandang ke arah pepohonan). Ha, mereka datang. Mereka tahu kapan mesti datang menemui aku (bangkit dan menyerahkan remah-remah roti). Ini buat yang putih, ini untuk yang coklat, dan ini untuk yang paling kecil tapi kenes. (tertawa dan duduk lagi memandang merpati yang sedang makan). Ah, merpati-merpati yang manis. Itu yang besar mesti lebih dulu, kentara dari kepalanya yang besar, dan itu ... aduh , kenes benar. Hai, yang satu itu selesai mematuk terus terbang ke dahan. Bersunyi diri. Agaknya ia suka berfilsafat. Tapi dari mana saja mereka ini datang? Seperti kabar angin saja! Meluas dengan mudah. Ha, ha, jangan bertengkar. Masih banyak. Besok kubawakan yang lebih banyak lagi!
(don gonzalo dan juanito masuk dari kiri. Gonzalo bergantung sedikit pada juanito. Kakinya bengkak, agak di seret)
GONZALO : Membuang-buang waktu melulu! Mereka itu suka benar bicara yang bukan-bukan.
JUANITO : Duduk di sini sajalah, senior. Hanya ada seorang wanita.
(dona laura menengok dan mendengarkan)
GONZALO : Tidak, Juanito. Aku mau tersendiri.
JUANITO : Tapi tak ada .
GONZALO : Yang di sana itu kan milikku!
JUANITO : Tiga orang pendeta duduk di sana, Senior!
GONZALO : Singkirkan saja mereka! ... ... ... Sudah pergi!
JUANITO : Tentu saja belum! Mereka tengah bercakap-cakap.
GONZALO : Seperti merekat pada bangku saja mereka itu! Heh, tak ada harapan lagi, Juanito. Mari!
JUANITO : (menggandeng ke arah merpati-merpati)
LAURA : (marah). Awas hati-hati!
GONZALO : Apa Senora berbicara dengan saya?
LAURA : Ya, dengan tuan!
GONZALO : Ada apa?
LAURA : Tuan menakut-nakuti burung-burung merpati saya!
GONZALO : Peduli apa burung-burung itu!
LAURA : Apa, ha?
GONZALO : Ini taman umum, Senora!
LAURA : Tapi kenapa tadi tuan mengutuki pendeta-pendeta di sana itu?
GONZALO : Senora, tapi kita belum pernah jumpa! Dan kenapa tadi Senora menegur saya? Ayo, juanito! (melangkah ke kanan)
LAURA : Buruk amat perangai si tuan itu! Kenapa orang mesti jadi tolol dan pandir kalau sudah meningkat tua? (melihat ke kanan). Syukur. Ia tidak mendapat bangku! Itu, orang yang menakut-nakuti merpati-merpatiku. Ha, ia marah-marah. Ya, ayo, carilah bangku kalau kau dapat! Aduh, kasihan, ia menyeka keringat di dahi. Nah, itu dia kemari lagi. Debu-debu mengepul seperti kereta lewat! (juanito dan gonzalo masuk)
GONZALO : Apa sudah pergi pendeta-pendeta yang ngobrol itu, Juan?
JUANITO : Tentu saja belum, Senior?
GONZALO : Walikota seharusnya lebih banyak menaruh bangku-bangku di sini! Terpaksa juga aku kini duduk bersama wanita tua itu!
(ia duduk di ujung bangku,memandang dengan iri kepada laura, dan memberi hormat dengan mengangkat topi). Selamat pagi.
LAURA : Jadi tuan di sini lagi?
GONZALO : Ku ulang lagi, kita kan belum pernah jumpa!
LAURA : Saya toh cuma membalas salam tuan!
GONZALO : “Selamat Pagi”, mestinya cukup dibalas dengan “selamat pagi” saja.
LAURA : Tapi tuan seharusnya juga minta ijin untuk duduk di bangku saya ini.
GONZALO : Ahai, bangku ini kan milik umum!
LAURA : Kenapa bangku yang di san itu juga tuan katakan milik tuan, hah?
GONZALO : Baik, baik! Sekian sajalah!
( pada dirinya sendiri ) Dasar perempuan tua! Patutnya dia di rumah saja, merenda atau menghitung tasbih.
LAURA : Jangan mengoceh lagi. Aku juga tokh, tak akan pergi untuk sekedar menyenangkan hatimu!
GONZALO : (mengelap sepatunya dengan sapu tangan). Kalau disiram air sedikit tentu lebih baik. Tak berdebu lagi jadinya taman ini.
LAURA : Apa tuan biasa menggunakan saputangan sebagai lap?
GONZALO : Kenapa tidak?!
LAURA : Apa tuan juga menggunakan lap sebagai sapu tangan?
GONZALO : Hah? Nyonya kan tak punya hak untuk mengeritik saya!
LAURA : Toh sekarang saya ini tetangga tuan!
GONZALO : Juanito! Buku! Bosan mendengarkan nonsense macam itu!
LAURA : Alangkah sopan santun tuan ini!
GONZALO : Maaf saja nyonya. Tapi saya mengharap nyonya tidak bernapsu campur tangan urusan orang lain!
LAURA : Saya memang biasa melahirkan pikiran-pikiran saya.
GONZALO : Hhh, Juanito! Buku!
JUANITO : Ini, tuan! (mengambil buku dari kantong, don gonzalo memandang dengki pada laura; gonzalo mengeluarkan kaca pembesar dan kacamata: membuka buku)
LAURA : Oh, saya kira tuan mengeluarkan teleskop.
GONZALO : Nyonya bicara lagi!
LAURA : Tentunya penglihatan tuan masih baik sekali!!
GONZALO : Jauh lebih baik dari penglihatan nyonya!
LAURA : Ahai, tentu saja!
GONZALO : Kalau tidak percaya, tanyakan saja kepada kelinci-kelinci dan burung-burung.
LAURA : Artinya tuan suka berburu kelinci dan burung?
GONZALO : Saya pemburu memang. Dan sekarang pun saya tengah berburu.
LAURA : Ya, tentunya! Begitulah!
GONZALO : Ya, Senora. Tiap Minggu saya menyandang bedil bersama anjing saya pergi ke Arazaca. Iseng-iseng berburu! Membunuh waktu!
LAURA : Ya, membunuh waktu! Apa hanya waktu saja bisa tuan bunuh?
GONZALO : Nyonya kira begitu? Saya bisa menunjukkan kepala beruang besar dikamar saya!
LAURA : Dan saya juga bisa menunjukkan kepala singa di kamar tamu saya, meskipun saya bukan pemburu!
GONZALO : Sudahlah nyonya, sudah! Saya mau membaca. Percakapan cukup! Ngomong putus!
LAURA : Ha, tuan menyerah!
GONZALO : Tapi saya mau ambil obat bersin dulu. (mengambil tempat obat). Nyonya mau? (memberikan obat itu)
LAURA : Kalau cocok!
GONZALO : Ini nomor satu! Nyonya tentu akan suka!
LAURA : Memang biasanya akan menghilangkan pusing.
GONZALO : Saya pun begitu.
LAURA : Tuan suka bersin?
GONZALO : Ya tiga kali.
LAURA : Persis sama dengan saya! (setelah mengambil bubukan, keduanya bersin berganti-ganti masing-masing tiga kali).
GONZALO : Ehaaaah, agak enakan sekarang.
LAURA : Saya pun merasa enak sekarang.
(KE Samping) Obat itu telah mendamaikan kami rupanya!
GONZALO : Maaf, saya mau membaca keras. Tidak mengganggu kan?
LAURA : Silahkan sekeras mungkin, tuan tidak menggangu saya lagi.
GONZALO : (membaca) “ Segala cinta itu menyakitkan hati
Tetapi bagaimana jugapun pedihnya
Cinta adalah sesuatu yang terbaik
Yang pernah kita miliki “
Nah, bait itu dari penyair Campoamor.
LAURA : Ah!
GONZALO : (membaca) “ Anak-anak dari para bunda
Yang pernah kucinta
Menciumku sekarang
Seperti bayangan hampa “
Baris-baris ini agak lucu juga rasanya.
LAURA : (tertawa) Kukira juga begitu.
GONZALO : Ada beberapa sajak bagus dalam buku ini. Dengar!
(membaca) “ Duapuluh tahun berlalu
Ia pun kembalilah “
LAURA : Cara tuan membaca dengan kaca pembesar itu sungguh agak menggelikan saya.
GONZALO : Jadi nyonya bisa membaca tanpa kaca pembesar?
LAURA : Tentu saja, tuan.
GONZALO : Setua itu? Ahai, nyonya main-main saja!
LAURA : Coba saya pinjam buku tuan itu!
(mengambil buku dan membacanya keras-keras)
“ Duapuluh tahun berlalu
Dan ia pun kembalilah
Masing-masing saling memandang,
Berkata :
Mungkinkah dia orangnya?
Ya Allah, dimana oranya itu? “
GONZALO : Hebat! Saya iri hati pada penglihatan nyonya.
LAURA : (Kesamping) Hmm, saya hafal tiap kata syair itu.
GONZALO : Saya gemar sekali puisi-puisi yang bagus. Sungguh gemar sekali. Bahkan ketika masih muda, kadang-kadang suka bersyair.
LAURA : Sajak-sajak bagus juga?
GONZALO : Ya, macam-macamlah. Saya dulu sahabat dari Exprosoda, Zorilla, Bocquer, dan penyair-penyair lain. Saya kenal Zorilla pertama kali di Amerika.
LAURA : Eh, tuan pernah ke Amerika?
GONZALO : Sering juga. Pertama kesana saya waktu umur 6 tahun.
LAURA : Tentunya dulu tuan ikut Colombus.
GONZALO : (tertawa) Yah, tidak sejelek itu nasibku! Saya sudah tua, tapi belum pernah kenal Raja Ferdinand serta Ratu Isabella!
(keduanya tertawa). Saya juga teman Campoamor, berjumpa pertama kali di Valensia. Saya warga kota di sana.
LAURA : Apa sungguh?
GONZALO : Saya dibesarkan disana. Dan masa mudaku habis di kota itu. Apa nyonya pernah ke Valensia?
LAURA : Pernah! Tiada jauh dari Valensia ada sebuah villa dan kalau masih berdiri sekarang, bisa mengembalikan kenangan-kenangan yang manis. Saya pernah tinggal beberapa musim di sana. Tapi sudah lama lampau. Villa itu dekat laut, tersembunyi antara pohon jeruk. Mereka menyebutnya ... ah ... lupa ... o ya, Villa Maricella.
GONZALO : Maricella?
LAURA : Maricella. Apa tuan pernah mendengarnya?
GONZALO : Tak asing lagi nama itu ... ah, kita tambah tua tambah pelupa ... di Villa itu dulu ada seorang wanita paling cantik yang pernah saya lihat dan saya kenal. Dan namanya ... O ya, Laura Liorento!
LAURA : (kaget) Laura Liorento?
GONZALO : Benar (mereka saling tatap)
LAURA : (sadar lagi) Ah, tak apa-apa, hanya mengingatkan saya pada teman karib saya.
GONZALO : Aneh juga.
LAURA : Memang aneh! Dia diberi sebutan “ Perawan Bagai Perak”.
GONZALO : Tepat, “Perawan Bagai Perak”. Nama itulah yang terkenal di sana. Sekarang saya seperti melihatnya kembali di jendela di antara kembang mawar merah itu. Nyonya ingat jendela itu?
LAURA : Ya, saya ingat itulah jendela kamarnya.
GONZALO : Dulu dia suka berjam-jam di jendela.
LAURA : (melamun) Ya, memang dulu dia suka begitu.
GONZALO : Dia gadis ideal. Manis bagai kembang lilia. Rambutnya hitam. Sungguh mengesankan sekali! Mengesankan sampai kapan saja. Tubuhnya ramping sempurna. Betapa Tuhan telah menciptakan keindahan seperti itu. Dia seperti impian saja.
LAURA : (ke samping) Jika seandainya tuan tahu bahwa impian itu ada di samping tuan, tuan akan sadar impian macam apa itu, heh?
(keras-keras) Dia adalah gadis yang malang yang gagal cinta.
GONZALO : Betapa sedihnya (mereka saling memandang)
LAURA : Tuan pernah mendengar kabarnya?
GONZALO : Ya, pernah.
LAURA : Nasib malang meminta yang lain.
(kesamping) Gonzalo!
GONZALO : Si jago cinta cakap itu! Peristiwa cinta yang sama.
LAURA : Ah, duel itu.
GONZALO : Tepat, duel itu. Si Jago Cinta itu adalah ... saudara sepupu saya. Saya juga sayang sekali kepadanya.
LAURA : Oh ya, saudara sepupu. Seorang temanku menyurati saya dan bercerita tentang mereka. Dia ... saudara sepupu tuan itu ... tiap pagi lewat di depan jendelanya dengan naik kuda, dan melemparkan ke atas seberkas kembang yang segera disambut gadisnya.
GONZALO : Dan tak lama kemudian, dia ... saudara sepupu saya itu ... lewat lagi untuk menerima kembang dari atas. Begitu?
LAURA : Benar. Dan keluarga gadis itu ingin agar ia kawin dengan saudagar yang tidak ia cintai.
GONZALO : Dan pada suatu malam, ketika saudara sepupuku tadi tengah menanti gadisnya menyanyi ... di bawah jendela, lelaki itu muncul dengan tiba-tiba.
LAURA : Dan menghina saudara tuan itu.
GONZALO : Kemudian pertengkaran terjadi.
LAURA : Dan kemudian ... duel!
GONZALO : Ya, waktu matahari terbit, di tepi pantai, dan si Saudagar itu luka-luka parah. Saudara sepupu saya itu harus bersembunyi dan kemudian melarikan diri.
LAURA : Tuan rupanya mengetahui benar ceritanya.
GONZALO : Nyonya pun begitu agaknya.
LAURA : Saya katakan tadi, seorang teman telah menyurati saya.
GONZALO : Saya pun diceritai oleh saudara sepupu saya.
(ke samping) Heh, inilah Laura itu! Tak salah!
LAURA : (ke samping) Kenapa menceritakan padanya? Dia tak curiga apa-apa.
GONZALO : (ke samping) Dia sama sekali tak bersalah.
LAURA : Dan apakah tuan pula yang menasihati saudara tuan itu untuk melupakan Laura?
GONZALO : Ooo, saudara sepupu saya tak pernah melupakannya.
LAURA : Bagaimana begitu?
GONZALO : Akan saya ceritakan segalanya kepada nyonya.
Anak muda – Don Gonzalo itu – bersembunyi di rumah saya, takut menanggung akibatnya yang buruk sehabis menang duel itu. Dari rumah saya ia terus lari ke Madrid. Ia kirim surat-surat kepada Laura, di antaranya sajak-sajak. Tapi tentunya surat-surat itu jatuh ke tangan orang tuanya. Buktinya tak ada balasan. Kemudian Gonzalo pergi ke Afrika, sebab cintanya telah gagal sama sekali, masuk tentara dan terbunuh di sebuah selokan sambil menyebut berulangkali nama Lauranya yang sangat tercinta.
LAURA : (ke samping) Dusta! Heh, dusta kotor belaka!
GONZALO : (ke samping) Saya tak bisa membunuh diriku lebih ngeri lagi.
LAURA : Tuan tentunya telah ditumbangkan kesedihan yang sangat
GONZALO : Memang betul, nyonya. Dia seperti saudaraku sendiri. Dan saya kira tak lama kemudian, Laura telah melupakannya. Kembali bermain memburu kupu-kupu seperti biasanya. Tak pernah meratapinya.
LAURA : Tidak, Senior. Sama sekali tidak!
GONZALO : Biasanya perempuan memang begitu!
LAURA : Kalaupun itu sudah sifat perempuan, “Perawan Bagai Perak” adalah terkecuali! Teman saya itu menanti berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun dan tak selembar suratpun tiba. Suatu senja ketika matahari terbenam, dia meninggalkan rumahnya dan dengan langkah tergesa menuju pantai tempat kekasihnya menjaga nama baiknya. Ia menuliskan namanya di pasir, lalu duduk di atas karang, memandang ke kaki langit. Ombak menyanyikan tembang duka yang kekal, dan menggapai batu karang di mana perawan itu duduk. Air pasang segera tiba dan menyapu gadis itu dari muka bumi.
GONZALO : Ya Allah!
LAURA : Para nelayan di situ sering menceritakan bahwa nama yang ditulis gadis itu lenyap ditelan air pasang.
(ke samping) Toh kamu tak tahu aku reka-reka sendiri cerita kematianku!
GONZALO : ( ke samping ) Dia berdusta lebih ngeri dari dustaku!
LAURA : Ah, Laura yang malang!
GONZALO : Wahai Gonzalo yang malang!
LAURA : (ke samping) Aku takkan bercerita kepadanya bahwa aku kawin dua tahun kemudian setelah duel itu!
GONZALO : (ke samping) Aku takkan bercerita kepadanya bahwa dua bulan kemudian aku mengawini penari ballet dari Paris!
LAURA : Nasib memang selalu aneh. Di sini, tuan dan saya, dua orang asing, bertemu secara kebetulan dan saling menceritakan kisah cinta yang sama dari dua teman lama yang telah bertahun lalu terjadi, seperti sudah akrab benar kita ini!
GONZALO : Ya, memang aneh. Padahal mula-mula kita bertemu tadi, kita bertengkar.
LAURA : Tuan juga yang tadi mengganggu merpati-merpati saya.
GONZALO : Memang agak kasar saya tadi.
LAURA : Memang kasar. (ramah) Tuan datang lagi besok pagi?
GONZALO : Tentu, asal pagi secerah ini. Dan takkan lagi mengganggu merpati-merpati itu, tapi saya akan membawa remah-remah roti besok.
LAURA : Oh, terima kasih. Burung-burung selalu tahu berterimakasih. Hei! Mana pembantuku tadi? – Petra!
GONZALO : (melihat laura yang membelakang) Tidak! Tak akan kukatakan siapa aku ini sebenarnya. Aku sudah tua dan lemah. Biarlah dia mengangankan aku sebagai penunggang kuda tampan yang lewat di bawah jendelanya.
LAURA : Nah, itu dia.
GONZALO : Itu Juanito! Dia sedang bercanda dengan gadisnya! (mengisyarati)
LAURA : (memandang gonzalo yang membelakang) Tidak, aku sudah berubah tua. Lebih baik ia mengingatku sebagai gadis bermata hitam yang melempar bunga dari jendela.
(juanito dan petra masuk) Hei, Petra!
GONZALO : Juanito, kau sedikit lambat.
PETRA : (kepada laura) Si tukang kebun memberikan bunga-bunga ini kepada Seniora.
LAURA : Alangkah bagusnya. Terima kasih. Sedap benar baunya! (beberapa bunga gugur ke tanah)
GONZALO : Ini semua sungguh menyenangkan, Senora!
LAURA : Demikian juga saya, Senior!
GONZALO : Sampai besok, nyonya!
LAURA : Sampai besok, tuan!
GONZALO : Agak panas hari ini!
LAURA : Pagi yang cerah. Tuan besok pergi ke bangku tuan?
GONZALO : Tidak, saya akan kemari saja. Itu kalau nyonya tidak berkeberatan.
LAURA : Bangku ini selalu menanti tuan!
GONZALO : Akan saya bawa remah-remah roti!
LAURA : Besok pagi, jadilah!
GONZALO : Besok pagi. (laura melangkah ke kanan berpegang pada petra. Gonzalo membungkuk susah payah memungut bunga yang jatuh tadi, dan laura menengok ketika itu)
LAURA : Apa yang tuan kerjakan?
GONZALO : Juanito, tunggu dong!
LAURA : Tak salah, dialah Gonzalo!
GONZALO : (ke samping) Tak salah, dialah Laura!
(mereka masing-masing melambaikan tangan)
LAURA : Mungkinkah dia itu benar orangnya?
GONZALO : Ya Allah, diakah orangnya itu?
Kamis, 04 Oktober 2012
Kegiatan di Desa Cipajang KecamKegiatan di Desa Cipajang Kecamatan Banjarharjo
Kegiatan di Desa Cipajang KecamKegiatan di Desa Cipajang Kecamatan Banjarharjo
Oleh : Ita Apriani
1. Observasi lokasi
Desa Cipajang merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes bagian Barat. Penduduk di Desa Cipajang sebagian besar be
Oleh : Ita Apriani
1. Observasi lokasi
Desa Cipajang merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes bagian Barat. Penduduk di Desa Cipajang sebagian besar be
rmata pencaharian sebagai petani. Pertanian desa Cipajang mencakup kegiatan bercocok tanam dengan komoditas utama berupa beras dan bawang merah, dan kegiatan perikanan berupa budidaya ikan lele. Kegiatan observasi yang dilakukan di Desa Cipajang meliputi perizinan kegiatan IPB Goes To Field kepada Kepala Desa Cipajang yang diwakili oleh Sekretaris Desa Cipajang dan observasi lokasi kolam di salah satu UPR (Unit Pembenihan Rakyat) di Desa Cipajang.
UPR yang digunakan untuk kegiatan Goes To Field merupakan UPR yang dimiliki oleh Ketua BPD di Desa Cipajang yaitu Bapak Charyad Edi Susanto. Awal usaha kegiatan budidaya yang dilakukan oleh Pak Charyad adalah kegiatan pembesaran ikan lele selama empat tahun, kemudian beralih menjadi usaha pembenihan ikan lele hingga sekarang yang telah berjalan selama dua tahun. Jumlah kolam yang dimiliki Bapak Charyad yaitu sebanyak 19 kolam dengan rincian 16 kolam terpal dengan ukuran (4 x 2) meter, dan 3 buah kolam tanah yang digunakan sebagai kolam indukan dengan ukuran 1 kolam tanah (2 x 3) meter dan 2 kolam tanah lainnya (1.5 x 2) meter. Sebanyak 5 buah kolam terpal dan 3 buah kolam tanah yang masih aktif digunakan. Sumber air yang digunakan untuk mengisi kolam berasal dari air tanah (mantek). Pakan menjadi salah satu kendala pada kegiatan budidaya yang dilakukan oleh UPR tersebut. Pakan yang sembarang terkadang diberikan kepada ikan indukan oleh pembudidaya sebagai alternatif pakan dengan tujuan ikan indukan segera matang gonad dan dapat memijah.
2. Pembenihan ikan lele secara semi-alami
Budidaya ikan lele menjadi komoditas perikanan utama di Desa Cipajang Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Unit Pembenihan Rakyat menjadi unit kegiatan usaha perikanan yang fokus pada kegiatan pembenihan ikan. Kebutuhan benih ikan lele saat ini tidak sebanding dengan ketersediaan benih ikan lele akibat ikan tidak memijah hingga sekitar dua bulan. Pembenihan ikan lele biasa dilakukan secara alami di kolam terpal. Berikut tahapan kegiatan pembenihan ikan lele semi-alami yaitu:
a. Persiapan kolam pemijahan dan pendederan
Persiapan kolam pemijahan dan pendederan diawali dengan menguras air yang terdapat di dalam terpal. Setelah air surut dan cukup kering, terpal disikat hingga bersih untuk menghilangkan alga-alga yang menempel di dasar dan pinggir terpal, selanjutnya kolam terpal dibilas dengan air bersih. Tahap terakhir adalah pengisian terpal dengan air yang baru, khusus pada kolam pendederan ditambahkan air yang masih kaya akan plankton.
kolam terpal untuk pembenihan
pembersihan kolam terpal yang akan digunakan
a. Seleksi induk dan pemberokan
Indukan terlebih dahulu diseleksi untuk mendapatkan indukan yang berkualitas yang akan menghasilkan telur dan larva yang baik dalam pemijahan. Seleksi indukan dilakukan berdasarkan ciri-ciri kematangan gonad sebagai berikut, untuk indukan jantan kematangan gonad dapat dicapai setelah ikan berumur sekitar satu tahun dengan bagian kelamin jantan terlihat memanjang, warna tubuh bagian bawah berwarna kemerahan dan alat kelamin berwarna kemerahan, alat kelamin pada lele jantan disebut papila, papila yang baik memanjang hingga pangkal sirip anal. Indukan betina yang siap memijah dapat dilihat dengan ciri-ciri perut yang besar yang akan terlihat dari atas bagian tubuh ikan, alat kelamin berbentuk bundar berwarna merah dan tampak mengembang, dan jika pada bagian perut ikan diurut telur akan keluar dari lubang pengeluaran telur. Proses penyeleksian induk selesai dilakukan dan dilanjutkan dengan penimbangan indukan untuk mengetahui perbandingan berat badan untuk menentukan volume Ovaprim yang akan disuntikan pada masing-masing indukan sesuai dengan dosisnya. Umumnya indukan yang disiapkan memiliki bobot yang hampir sama antara jantan dan betina, jika indukan betina memiliki bobot yang jauh lebih besar, maka digunakan dua indukan jantan. Seleksi indukan dan pemberokan di UPR Bapak Charyad dilakukan mulai pukul 16.00 WIB pada tanggal 12 Juli 2011. Pemberokan dilakukan untuk merangsang indukan agar dapat memijah, pemberokan yang dilakukan untuk indukan betina juga berfungsi untuk mengurangi lemak agar telur lebih mudah keluar melalui salurannya saat memijah dan jumlah telur yang keluar menjadi optimum.
induk betina
induk jantan
kolam induk
a. Penyuntikan dan pemijahan
Penyuntikan pada kegiatan ini berfungsi mempercepat dan merangsang pemijihan dengan bantuan hormon Ovaprim. Bobot ikan pada setiap indukan digunakan untuk mengetahui volume Ovaprim yang akan disuntikan. Perbandingan hormon ovaprim dan larutan pengencer berupa akuabides yang akan disuntikan pada indukan sebanyak 1:2. Indukan betina yang memiliki bobot 1 kg memerlukan 0.5 cc ovaprim, sedangkan indukan jantan disuntik juga sebanyak 0.1 cc ovaprim per kg induk, volume Ovaprim yang digunakan pada indukan jantan lebih sedikit dikarenakan indukan jantan diperkirakan selalu siap, sehingga penyuntikan hormon dilakukan hanya untuk memastikan indukan jantan agar memijah. Penyuntikan Ovaprim dilakukan pada bagian punggung ikan dekat dengan pangkal sirip dorsal, arah penyuntikan menuju otak ikan dengan sudut 45O. Kemudian lakukan pengurutan pada sekitar daerah penyuntikan menuju ke arah otak indukan. Kolam disiapkan untuk pemijahan dengan meletakkan kakaban dengan memberikan beban berupa batu agar kakaban tetap berada di dasar kolam. Indukan yang telah disuntik kemudian diletakkan pada kolam yang telah diberi kakaban. Kolam pemijahan ditutup pada bagian atasnya agar ikan tidak meloncat keluar kolam saat proses pemijahan terjadi. Indukan dalam kolam pemijahan ditinggal selama satu malam, pengecekan telur dilakukan pada keesokan harinya. Telur pada kakaban dipindahkan ke dalam kolam penetasan dalam keadaan melayang, bagian bawah kakaban diberi batu bata sebagai penahan
pengambilan hormon (ovaprim)
pengambilan air sebagai pengencer
posisi penyuntikan di punggung
a. Pemeliharaan larva
Telur mulai menetas setelah kurang lebih satu hari dari proses pemijahan. Awal menetas larva berwarna putih sedikit transparan dan bergerak aktif disekitar kakaban. Penetasan maksimal ditunggu hingga satu hari dari awal penetasan terjadi, lalu kakaban dipindah ke kolam terpal lain agar telur-telur yang tidak menetas dan sisa-sisa sperma tidak mengganggu perkembangan larva yang telah menetas, kakaban diganti dengan daun kelapa agar larva dapat berlindung dibawah atau disekitar daun kelapa. Larva dipelihara selama tiga hari di kolam penetasan tanpa pemberian pakan, setelah larva mulai berwarna hitam pakan alami berupa cacing sutera diberikan pada larva. Kolam pemeliharaan larva selain diberi daun kelapa yang masih hijau di dalamnya, bagian atas kolam ditutupi oleh daun kelapa yang telah dianyam terlebih dahulu sebagai atap kolam.
3. Penyakit Ikan
Selama kegiatan kami di desa Cipajang kami menemukan beberapa penyakit yang kami lihat di lokasi seperti pada induk ikan lele dengan nama penyakit Micobacteriosis penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium spp. Hama penyakit ini bercirikan bakteri gram positif, bentuk batang pendek, dan nonmotil; menyerang ikan yang dipelihara diperairan tenang (stagnan), kolam tadah hujan dan pekarangan dengan sumber air terbatas dengan gejala klinis hilang nafsu makan, lemah, kurus, pembengkakan tubuh, jika menginfeksi kulit timbul bercak-bercak merah dan berkembang menjadi luka.
Pengendalian: manajemen kesehatan ikan terpadu, ikan yang terinfeksi segera diambil dan dimusnahkan, Chloramin B atau T 10 ppm melalui perendaman selama 24 jam dan setelah itu dilakukan pergantian air baru, Streptomycin 50-75 mg/kg ikan/hari melalui pakan selama 10 hari, serta pemeliharaan dalam air hijau untuk mengurangi stress.atan Banjarharjo
UPR yang digunakan untuk kegiatan Goes To Field merupakan UPR yang dimiliki oleh Ketua BPD di Desa Cipajang yaitu Bapak Charyad Edi Susanto. Awal usaha kegiatan budidaya yang dilakukan oleh Pak Charyad adalah kegiatan pembesaran ikan lele selama empat tahun, kemudian beralih menjadi usaha pembenihan ikan lele hingga sekarang yang telah berjalan selama dua tahun. Jumlah kolam yang dimiliki Bapak Charyad yaitu sebanyak 19 kolam dengan rincian 16 kolam terpal dengan ukuran (4 x 2) meter, dan 3 buah kolam tanah yang digunakan sebagai kolam indukan dengan ukuran 1 kolam tanah (2 x 3) meter dan 2 kolam tanah lainnya (1.5 x 2) meter. Sebanyak 5 buah kolam terpal dan 3 buah kolam tanah yang masih aktif digunakan. Sumber air yang digunakan untuk mengisi kolam berasal dari air tanah (mantek). Pakan menjadi salah satu kendala pada kegiatan budidaya yang dilakukan oleh UPR tersebut. Pakan yang sembarang terkadang diberikan kepada ikan indukan oleh pembudidaya sebagai alternatif pakan dengan tujuan ikan indukan segera matang gonad dan dapat memijah.
2. Pembenihan ikan lele secara semi-alami
Budidaya ikan lele menjadi komoditas perikanan utama di Desa Cipajang Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Unit Pembenihan Rakyat menjadi unit kegiatan usaha perikanan yang fokus pada kegiatan pembenihan ikan. Kebutuhan benih ikan lele saat ini tidak sebanding dengan ketersediaan benih ikan lele akibat ikan tidak memijah hingga sekitar dua bulan. Pembenihan ikan lele biasa dilakukan secara alami di kolam terpal. Berikut tahapan kegiatan pembenihan ikan lele semi-alami yaitu:
a. Persiapan kolam pemijahan dan pendederan
Persiapan kolam pemijahan dan pendederan diawali dengan menguras air yang terdapat di dalam terpal. Setelah air surut dan cukup kering, terpal disikat hingga bersih untuk menghilangkan alga-alga yang menempel di dasar dan pinggir terpal, selanjutnya kolam terpal dibilas dengan air bersih. Tahap terakhir adalah pengisian terpal dengan air yang baru, khusus pada kolam pendederan ditambahkan air yang masih kaya akan plankton.
kolam terpal untuk pembenihan
pembersihan kolam terpal yang akan digunakan
a. Seleksi induk dan pemberokan
Indukan terlebih dahulu diseleksi untuk mendapatkan indukan yang berkualitas yang akan menghasilkan telur dan larva yang baik dalam pemijahan. Seleksi indukan dilakukan berdasarkan ciri-ciri kematangan gonad sebagai berikut, untuk indukan jantan kematangan gonad dapat dicapai setelah ikan berumur sekitar satu tahun dengan bagian kelamin jantan terlihat memanjang, warna tubuh bagian bawah berwarna kemerahan dan alat kelamin berwarna kemerahan, alat kelamin pada lele jantan disebut papila, papila yang baik memanjang hingga pangkal sirip anal. Indukan betina yang siap memijah dapat dilihat dengan ciri-ciri perut yang besar yang akan terlihat dari atas bagian tubuh ikan, alat kelamin berbentuk bundar berwarna merah dan tampak mengembang, dan jika pada bagian perut ikan diurut telur akan keluar dari lubang pengeluaran telur. Proses penyeleksian induk selesai dilakukan dan dilanjutkan dengan penimbangan indukan untuk mengetahui perbandingan berat badan untuk menentukan volume Ovaprim yang akan disuntikan pada masing-masing indukan sesuai dengan dosisnya. Umumnya indukan yang disiapkan memiliki bobot yang hampir sama antara jantan dan betina, jika indukan betina memiliki bobot yang jauh lebih besar, maka digunakan dua indukan jantan. Seleksi indukan dan pemberokan di UPR Bapak Charyad dilakukan mulai pukul 16.00 WIB pada tanggal 12 Juli 2011. Pemberokan dilakukan untuk merangsang indukan agar dapat memijah, pemberokan yang dilakukan untuk indukan betina juga berfungsi untuk mengurangi lemak agar telur lebih mudah keluar melalui salurannya saat memijah dan jumlah telur yang keluar menjadi optimum.
induk betina
induk jantan
kolam induk
a. Penyuntikan dan pemijahan
Penyuntikan pada kegiatan ini berfungsi mempercepat dan merangsang pemijihan dengan bantuan hormon Ovaprim. Bobot ikan pada setiap indukan digunakan untuk mengetahui volume Ovaprim yang akan disuntikan. Perbandingan hormon ovaprim dan larutan pengencer berupa akuabides yang akan disuntikan pada indukan sebanyak 1:2. Indukan betina yang memiliki bobot 1 kg memerlukan 0.5 cc ovaprim, sedangkan indukan jantan disuntik juga sebanyak 0.1 cc ovaprim per kg induk, volume Ovaprim yang digunakan pada indukan jantan lebih sedikit dikarenakan indukan jantan diperkirakan selalu siap, sehingga penyuntikan hormon dilakukan hanya untuk memastikan indukan jantan agar memijah. Penyuntikan Ovaprim dilakukan pada bagian punggung ikan dekat dengan pangkal sirip dorsal, arah penyuntikan menuju otak ikan dengan sudut 45O. Kemudian lakukan pengurutan pada sekitar daerah penyuntikan menuju ke arah otak indukan. Kolam disiapkan untuk pemijahan dengan meletakkan kakaban dengan memberikan beban berupa batu agar kakaban tetap berada di dasar kolam. Indukan yang telah disuntik kemudian diletakkan pada kolam yang telah diberi kakaban. Kolam pemijahan ditutup pada bagian atasnya agar ikan tidak meloncat keluar kolam saat proses pemijahan terjadi. Indukan dalam kolam pemijahan ditinggal selama satu malam, pengecekan telur dilakukan pada keesokan harinya. Telur pada kakaban dipindahkan ke dalam kolam penetasan dalam keadaan melayang, bagian bawah kakaban diberi batu bata sebagai penahan
pengambilan hormon (ovaprim)
pengambilan air sebagai pengencer
posisi penyuntikan di punggung
a. Pemeliharaan larva
Telur mulai menetas setelah kurang lebih satu hari dari proses pemijahan. Awal menetas larva berwarna putih sedikit transparan dan bergerak aktif disekitar kakaban. Penetasan maksimal ditunggu hingga satu hari dari awal penetasan terjadi, lalu kakaban dipindah ke kolam terpal lain agar telur-telur yang tidak menetas dan sisa-sisa sperma tidak mengganggu perkembangan larva yang telah menetas, kakaban diganti dengan daun kelapa agar larva dapat berlindung dibawah atau disekitar daun kelapa. Larva dipelihara selama tiga hari di kolam penetasan tanpa pemberian pakan, setelah larva mulai berwarna hitam pakan alami berupa cacing sutera diberikan pada larva. Kolam pemeliharaan larva selain diberi daun kelapa yang masih hijau di dalamnya, bagian atas kolam ditutupi oleh daun kelapa yang telah dianyam terlebih dahulu sebagai atap kolam.
3. Penyakit Ikan
Selama kegiatan kami di desa Cipajang kami menemukan beberapa penyakit yang kami lihat di lokasi seperti pada induk ikan lele dengan nama penyakit Micobacteriosis penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium spp. Hama penyakit ini bercirikan bakteri gram positif, bentuk batang pendek, dan nonmotil; menyerang ikan yang dipelihara diperairan tenang (stagnan), kolam tadah hujan dan pekarangan dengan sumber air terbatas dengan gejala klinis hilang nafsu makan, lemah, kurus, pembengkakan tubuh, jika menginfeksi kulit timbul bercak-bercak merah dan berkembang menjadi luka.
Kamis, 02 Agustus 2012
cipajang
Cipajang adalah desa di kecamatan Banjarharjo, Brebes, Jawa Tengah, Indonesia.
Situasi Desa Cipajang sangat menarik. Penduduk keseluruhan 5.478 jiwa, yang terdiri atas 2.472 pria dan 2.736 wanita. Kira-kira 80% tenaga kerja desa itu merantau ke Jakarta. Yang tercatat jelas anggota Pertugal 2.000 orang. Lapangan kerja mereka umumnya menyangkut pekerja kasar sebagaimana telah dikemukakan. Yang meng
Situasi Desa Cipajang sangat menarik. Penduduk keseluruhan 5.478 jiwa, yang terdiri atas 2.472 pria dan 2.736 wanita. Kira-kira 80% tenaga kerja desa itu merantau ke Jakarta. Yang tercatat jelas anggota Pertugal 2.000 orang. Lapangan kerja mereka umumnya menyangkut pekerja kasar sebagaimana telah dikemukakan. Yang meng
agumkan
adalah kebersamaan mereka yang kukuh. Ke-2.000 orang itu terbagi
menjadi 50 grup. Jadi setiap grup beranggota 40 orang. Mereka terikat
dalam sesanti sederhana, yakni guyub rukun. Itu sesanti populer yang
banyak dikenal dalam kehidupan masyarakat kita. Lewat wadah itulah
mereka menyisihkan rezeki, mengumpulkan untuk mereka sumbangkan bagi
pembangunan desa. Berapa rezeki yang mereka kumpulkan bisa kita
bayangkan dari bidang kerja masing-masing.
Orang kecil, berpenghasilan kecil, tetapi bisa berbuat besar untuk desa mereka. Itulah yang dilakukan para anggota Persatuan Tukang Gali (Pertugal). Wadah itu didirikan para perantau dari Desa Cipajang, Brebes, yang bekerja di berbagai bidang di Jakarta. Yang menarik, semua lapangan kerja mereka tergolong kasar, yang biasa dikerjakan kelompok masyarakat kelas bawah. Ada yang bekerja sebagai tukang gali tanah untuk proyek telepon, listrik, pompa air, saluran air, pembangunan jalan, slup fondasi beton bangunan jangkung, dan lain-lain. Ada yang bekerja bukan di bidang pergalian. Misalnya di proyek-proyek bangunan dengan berbagai jenis tukang dan keterampilan. Ada pula tukang kayu, tukang batu, dan pengaduk semen.
- Kita bisa menghitung upah mereka sebagai pekerja kelas bawah. Umumnya jauh lebih rendah dibandingkan dengan orang yang bekerja di instansi pemerintah, lembaga keuangan, atau bisnis lain. Namun yang mengagumkan, para anggota Pertugal mampu membangun balai desa dan kantor kepala desa bernilai Rp 69 juta, masjid bernilai miliar rupiah, memperbaiki jalan desa, jalan lingkungan, dan lain-lain. Balai desa dua lantai itu konon yang termegah di Kabupaten Brebes. Bangunan itu bisa berdiri dengan biaya relatif sedikit karena warga desa mengerjakan secara sukarela. Mereka tak mengharapkan upah. Mungkin mereka sadar biaya untuk membangun dikumpulkan secara sukarela, hasil cucuran keringat sesama warga desa.
Tentang kisah orang-orang sukses dan membantu pembangunan desa tempat kelahiran, sekolah tempat dulu menuntut ilmu, dan lain-lain, sudah banyak kita dengar. Misalnya orang-orang yang berhasil mencapai kedudukan tinggi di pemerintahan dan memiliki rezeki cukup besar, sukses dalam bidang bisnis, pemborong bangunan, percetakan, dan lain-lain. Orang sukses itu menyisihkan sebagian rezeki untuk disumbangkan bagi berbagai pembangunan dan kegiatan sosial sudah makin biasa. Namun para pekerja kecil, yang untuk memperoleh upah beberapa ribu rupiah harus memeras tenaga dan mengucurkan keringat, dengan guyub rukun membangun desa jelas bernuansa lain. Apalagi Cipajang adalah desa terpencil, jauh di kawasan selatan Brebes. Desa kecil, namun warganya memiliki jiwa dan hati besar.
Orang kecil, berpenghasilan kecil, tetapi bisa berbuat besar untuk desa mereka. Itulah yang dilakukan para anggota Persatuan Tukang Gali (Pertugal). Wadah itu didirikan para perantau dari Desa Cipajang, Brebes, yang bekerja di berbagai bidang di Jakarta. Yang menarik, semua lapangan kerja mereka tergolong kasar, yang biasa dikerjakan kelompok masyarakat kelas bawah. Ada yang bekerja sebagai tukang gali tanah untuk proyek telepon, listrik, pompa air, saluran air, pembangunan jalan, slup fondasi beton bangunan jangkung, dan lain-lain. Ada yang bekerja bukan di bidang pergalian. Misalnya di proyek-proyek bangunan dengan berbagai jenis tukang dan keterampilan. Ada pula tukang kayu, tukang batu, dan pengaduk semen.
- Kita bisa menghitung upah mereka sebagai pekerja kelas bawah. Umumnya jauh lebih rendah dibandingkan dengan orang yang bekerja di instansi pemerintah, lembaga keuangan, atau bisnis lain. Namun yang mengagumkan, para anggota Pertugal mampu membangun balai desa dan kantor kepala desa bernilai Rp 69 juta, masjid bernilai miliar rupiah, memperbaiki jalan desa, jalan lingkungan, dan lain-lain. Balai desa dua lantai itu konon yang termegah di Kabupaten Brebes. Bangunan itu bisa berdiri dengan biaya relatif sedikit karena warga desa mengerjakan secara sukarela. Mereka tak mengharapkan upah. Mungkin mereka sadar biaya untuk membangun dikumpulkan secara sukarela, hasil cucuran keringat sesama warga desa.
Tentang kisah orang-orang sukses dan membantu pembangunan desa tempat kelahiran, sekolah tempat dulu menuntut ilmu, dan lain-lain, sudah banyak kita dengar. Misalnya orang-orang yang berhasil mencapai kedudukan tinggi di pemerintahan dan memiliki rezeki cukup besar, sukses dalam bidang bisnis, pemborong bangunan, percetakan, dan lain-lain. Orang sukses itu menyisihkan sebagian rezeki untuk disumbangkan bagi berbagai pembangunan dan kegiatan sosial sudah makin biasa. Namun para pekerja kecil, yang untuk memperoleh upah beberapa ribu rupiah harus memeras tenaga dan mengucurkan keringat, dengan guyub rukun membangun desa jelas bernuansa lain. Apalagi Cipajang adalah desa terpencil, jauh di kawasan selatan Brebes. Desa kecil, namun warganya memiliki jiwa dan hati besar.
sejarah cipajang
Cipajang adalah desa di kecamatan Banjarharjo, Brebes, Jawa Tengah, Indonesia.
Situasi Desa Cipajang sangat menarik. Penduduk keseluruhan 5.478 jiwa, yang terdiri atas 2.472 pria dan 2.736 wanita. Kira-kira 80% tenaga kerja desa itu merantau ke Jakarta. Yang tercatat jelas anggota Pertugal 2.000 orang. Lapangan kerja mereka umumnya menyangkut pekerja kasar sebagaimana telah dikemukakan. Yang meng
Situasi Desa Cipajang sangat menarik. Penduduk keseluruhan 5.478 jiwa, yang terdiri atas 2.472 pria dan 2.736 wanita. Kira-kira 80% tenaga kerja desa itu merantau ke Jakarta. Yang tercatat jelas anggota Pertugal 2.000 orang. Lapangan kerja mereka umumnya menyangkut pekerja kasar sebagaimana telah dikemukakan. Yang meng
agumkan
adalah kebersamaan mereka yang kukuh. Ke-2.000 orang itu terbagi
menjadi 50 grup. Jadi setiap grup beranggota 40 orang. Mereka terikat
dalam sesanti sederhana, yakni guyub rukun. Itu sesanti populer yang
banyak dikenal dalam kehidupan masyarakat kita. Lewat wadah itulah
mereka menyisihkan rezeki, mengumpulkan untuk mereka sumbangkan bagi
pembangunan desa. Berapa rezeki yang mereka kumpulkan bisa kita
bayangkan dari bidang kerja masing-masing.
Orang kecil, berpenghasilan kecil, tetapi bisa berbuat besar untuk desa mereka. Itulah yang dilakukan para anggota Persatuan Tukang Gali (Pertugal). Wadah itu didirikan para perantau dari Desa Cipajang, Brebes, yang bekerja di berbagai bidang di Jakarta. Yang menarik, semua lapangan kerja mereka tergolong kasar, yang biasa dikerjakan kelompok masyarakat kelas bawah. Ada yang bekerja sebagai tukang gali tanah untuk proyek telepon, listrik, pompa air, saluran air, pembangunan jalan, slup fondasi beton bangunan jangkung, dan lain-lain. Ada yang bekerja bukan di bidang pergalian. Misalnya di proyek-proyek bangunan dengan berbagai jenis tukang dan keterampilan. Ada pula tukang kayu, tukang batu, dan pengaduk semen.
- Kita bisa menghitung upah mereka sebagai pekerja kelas bawah. Umumnya jauh lebih rendah dibandingkan dengan orang yang bekerja di instansi pemerintah, lembaga keuangan, atau bisnis lain. Namun yang mengagumkan, para anggota Pertugal mampu membangun balai desa dan kantor kepala desa bernilai Rp 69 juta, masjid bernilai miliar rupiah, memperbaiki jalan desa, jalan lingkungan, dan lain-lain. Balai desa dua lantai itu konon yang termegah di Kabupaten Brebes. Bangunan itu bisa berdiri dengan biaya relatif sedikit karena warga desa mengerjakan secara sukarela. Mereka tak mengharapkan upah. Mungkin mereka sadar biaya untuk membangun dikumpulkan secara sukarela, hasil cucuran keringat sesama warga desa.
Tentang kisah orang-orang sukses dan membantu pembangunan desa tempat kelahiran, sekolah tempat dulu menuntut ilmu, dan lain-lain, sudah banyak kita dengar. Misalnya orang-orang yang berhasil mencapai kedudukan tinggi di pemerintahan dan memiliki rezeki cukup besar, sukses dalam bidang bisnis, pemborong bangunan, percetakan, dan lain-lain. Orang sukses itu menyisihkan sebagian rezeki untuk disumbangkan bagi berbagai pembangunan dan kegiatan sosial sudah makin biasa. Namun para pekerja kecil, yang untuk memperoleh upah beberapa ribu rupiah harus memeras tenaga dan mengucurkan keringat, dengan guyub rukun membangun desa jelas bernuansa lain. Apalagi Cipajang adalah desa terpencil, jauh di kawasan selatan Brebes. Desa kecil, namun warganya memiliki jiwa dan hati besar.
Orang kecil, berpenghasilan kecil, tetapi bisa berbuat besar untuk desa mereka. Itulah yang dilakukan para anggota Persatuan Tukang Gali (Pertugal). Wadah itu didirikan para perantau dari Desa Cipajang, Brebes, yang bekerja di berbagai bidang di Jakarta. Yang menarik, semua lapangan kerja mereka tergolong kasar, yang biasa dikerjakan kelompok masyarakat kelas bawah. Ada yang bekerja sebagai tukang gali tanah untuk proyek telepon, listrik, pompa air, saluran air, pembangunan jalan, slup fondasi beton bangunan jangkung, dan lain-lain. Ada yang bekerja bukan di bidang pergalian. Misalnya di proyek-proyek bangunan dengan berbagai jenis tukang dan keterampilan. Ada pula tukang kayu, tukang batu, dan pengaduk semen.
- Kita bisa menghitung upah mereka sebagai pekerja kelas bawah. Umumnya jauh lebih rendah dibandingkan dengan orang yang bekerja di instansi pemerintah, lembaga keuangan, atau bisnis lain. Namun yang mengagumkan, para anggota Pertugal mampu membangun balai desa dan kantor kepala desa bernilai Rp 69 juta, masjid bernilai miliar rupiah, memperbaiki jalan desa, jalan lingkungan, dan lain-lain. Balai desa dua lantai itu konon yang termegah di Kabupaten Brebes. Bangunan itu bisa berdiri dengan biaya relatif sedikit karena warga desa mengerjakan secara sukarela. Mereka tak mengharapkan upah. Mungkin mereka sadar biaya untuk membangun dikumpulkan secara sukarela, hasil cucuran keringat sesama warga desa.
Tentang kisah orang-orang sukses dan membantu pembangunan desa tempat kelahiran, sekolah tempat dulu menuntut ilmu, dan lain-lain, sudah banyak kita dengar. Misalnya orang-orang yang berhasil mencapai kedudukan tinggi di pemerintahan dan memiliki rezeki cukup besar, sukses dalam bidang bisnis, pemborong bangunan, percetakan, dan lain-lain. Orang sukses itu menyisihkan sebagian rezeki untuk disumbangkan bagi berbagai pembangunan dan kegiatan sosial sudah makin biasa. Namun para pekerja kecil, yang untuk memperoleh upah beberapa ribu rupiah harus memeras tenaga dan mengucurkan keringat, dengan guyub rukun membangun desa jelas bernuansa lain. Apalagi Cipajang adalah desa terpencil, jauh di kawasan selatan Brebes. Desa kecil, namun warganya memiliki jiwa dan hati besar.


